monolog blog

Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

don't let me fall because loving you

don't let me fall because loving you

Tahun lalu putriku tinggal di kampung halaman, sekarang dia beserta kakaknya tinggal bersamaku.
Tahun lalu aku bersepeda sendiri, syukurlah kini kita berkumpul lagi.


Hari pertama sekolah jalanan dipenuhi motor matic dan mobil-mobil mini, sejuknya udara 5:30 pagi dan kicauan putri dibelakang saling bersahutan. Sebelumnya sempat kuhadiri rapat-rapat orangtua murid. Sengaja kuurus sendiri pendaftaran anak-anak tanpa bantuan istri.

Aku ingin berubah menjadi ayah yang perhatian tidak seperti tahun lalu dimana dalam setahun aku menjemput putri hanya dua kali. Ada tenaga tata usaha muda cantik yang ramah melayani tapi aku tak tertarik sama sekali.

Aku kadang terlambat menjemput putri. Syukurlah putri telah memiliki seorang teman baru sebut saja “ayu”. Di halaman sekolah kuperhatikan ayu dan putri bermain......dan datanglah bundanya ayu.

Aku berkenalan seperlunya disambut bibir merah ramah kontras dengan kening putihnya. Setiap ada kabar tentang sekolah, bunda ayu selalu sms, aku berikan nomor istriku tapi dia selalu menghubungi ponselku.

Aku berusaha tidak salting ala 80an, geer ala 90an dan baper ala2000an, aku anggap bunda ayu memang ramah pada semua orang. Suatu pagi dia sedang berbicara dengan pria yang sepertinya dia hormati.


Konon bahasa tubuh tak pernah ingkar, saat bunda ayu bicara dengan teman prianya tubuhnya menghadapku dan aku tahu persis dia mencuri-curi pandang menatapku. Aku pura-pura tidak tahu dan sebelum pulang aku berikan senyuman panjang padanya.

Saat aku berbicara sebentar saja dengan bunda ayu, ibu-ibu lain langsung memandangi kami, aku bertingkah datar padahal hati berdebar.

Dibanding ibu muda lain, wajah bunda ayu biasa saja bahkan kalah cantik oleh seorang tenaga tata usaha tadi atau ibu-ibu gaul dibalik kemudi, entah dosa dihiasi keindahan...dimataku bunda ayu menarik dan menggetarkan.

Rindangnya jalan, asrinya taman, mesranya pagi plus bunda ayu tersenyum membuai hatiku serasa kembali ke masa sekolah dasar.

Saat aku kelas dua sd celingukan mencari dimana gebetanku berada, kurang ajar sekali jika aku melakukan hal yang sama sekarang.

Bunda ayu membelikan semacam tas plastik/zipper untuk putraku, aku terharu sekali (lebay 70%), kadang bunda ayu sms minta maaf jika pulang duluan tak bisa menjaga putri dan putraku.

Dulu aku menertawakan jika orang tidak menghapus sms seseorang tapi aku sekarang malah melakukannya. Kata sobatku yang wanita juga “hapus semua sms itu, bisa jadi bom waktu, ngapain coba sms ayahnya terus emang ibunya dah mati!”.

Aku bukan smart person to be disccused atau hypnotic men to be loved, aku tidak pernah ingin terlihat pintar hebat apalagi cantik ^_^ , cukup tampil seadanya, bicara seperlunya dan menghindar jika diajak bicara jorok. Sms pun kadang hanya emoticon, entahlah apa ibu-ibu muda sekarang memang ramah seperti itu?

Aku berkenalan dengan ibu muda lain yang cantik, saat aku sms tentang anak misal, responnya memang ramah tapi sewajarnya..


Sejak bunda ayu tahu aku menjemput putriku dengan sepeda, sejak itulah dia tak pernah sms lagi, aku berusaha tak rendah diri tapi tahu diri.
Aku bukanlah seorang petugas eh pimpinan partey bukan juga pedagang laris yang mampu beli nmax tunai..(lha apa hubungannya?)

Sehari...dua....tiga hari...tak ada kabar....akhirnya dia sms duluan...hatiku lega.(lebay 80%)

Bunda ayu kadang misterius, di kalangan ibu-ibupun jarang bicara, jika aku menanyakan sesuatu padanya, dia malah berbalik bertanya tentang anak-anakku.

Satu nafsu dibiarkan sejuta maksiat ingin dibebaskan.
Awalnya hanya cukup sms lalu ingin live chat alias telfon
Awalnya bicara tentang anak lalu saling memberi perhatian
“hati-hati di jalan, hati-hati naik motornya dst”

Putriku tahu nama asli bunda ayu tapi aku tak mengingat dan mencarinya di medsos
Aku malas melihat kenyataan
Bahkan biarkanlah estrogenku mendominasi daripada gejolak ini semakin menjadi
Rindu tapi buntu
Kenal tapi ngga bisa ketemu
Sepertinya tubuhku akan semakin langsing
Seminggu lalu aku terserang diare, entah karna banyak menghayal atau kurang duit (yeee)

Jika bunda ayu memang supel, apakah pada pria lain dia setiap hari sms seperti padaku?
Jika memang penolong, apakah dia membelikan anak lain kebutuhan sekolahnya?
Jika memang ramah, apakah dia menunggu putriku/putraku hanya sekedar iseng?

Mungkin hanya naluri seorang ibu yang menyukai anak kecil
Bisa jadi hanya satu gram saja dia tertarik padaku tapi satu ton masalahku kadang sirna jika membaca smsnya.

Suatu waktu ponselku berbunyi tepat disebelah putri yang sedang tertidur....aku kadang tahu pasti itu sms bidan ayu eh sapa lagi nih? bunda ayu maksudnya ^_^.

Aku seperti ditodong pertanyaan “apa yg kau cari? Bukankah putrimu sangat berharga?”
Ditolong, diperhatikan, chatting memang menyenangkan tapi sebelum bunda ayu mengendap dalam hatiku..aku tak mau sedetikpun kehilangan putriku darah dagingku.
Aku ingin bahagia dengan halal.

Hingga kini kami masih berbagi kabar, dia pernah bilang “moga istrimu ga salah paham, saya harus akrab juga dengannya, kita anggap sodaraan dst dst”
Saya jawab “Oke deh sodaraan, aku jadi adikmu, kakak cantik minta pulsa yaa?”
“wkwkwk adiknya kurang asem nech kaboor” dia jawab
Btw koq candanya kaya cowo yaa? Jangan2...ah ini kan bukan thailand

Apakah suami-suami sekarang tahu persis pm-pm istrinya?
Walau aku sering dijadikan teman curhat teman wanitaku, aku terpukul jika istriku nyaman chat dengan pria lain.


Sehelai daun tak akan jatuh jika tak diizinkan oleh Penciptanya dan akupun yakin ini hanya sekilas gambaran / movie trailler bisa saja suatu saat aku diuji lebih dahsyat.


Bersambung kl ngga mencret eh males xixixi

my sti my destiny

my sti my destiny
My sti my destiny

Dibanding mobil terdahulu, singa inilah yang kondisinya paling manusiawi ^_^. Interior rapi, body lumayan mulus, mesin memang masih ada pr.

Apakah hidup saya semulus mobilnya?
Singa itu masih bobo pulas karna belum ganti plat kopling padahal ngga begitu mahal rp 1,2jt tapi plus cicilan jadi lumayan . Kata penjualnya yang kabur itu sisa cicilan 10x ternyata sisanya 16x. Alhamdulliah kini bpkb telah ditangan.

Mama : ”yah, mama jualan pulsa”
Ayah : ”isi dompul berapa?”
Mama : ”50ribu”

Tak ada raut cemberut minta tambah modal padahal uang belanjanya terpotong cicilan dan upah suaminya dibawah orang-orang yang suka pawai di bulan mei itu lho.

Kakak :”yah, jalan-jalan atuh pake mobil”
Mama :”mobilnya rusak sayang, nanti ya kalo udah bener”
Ayah :”kaka dibeliin lego aja ya, hadiah raport”

Saya ,kakak dan putri bersepeda motor menuju toko mainan. Kami istirahat di mess, dari siang hingga sore kakak konsen sekali menyusun lego palsu itu menjadi sebuah rumah.
Malamnya hujan deras, saat saya melamun teringat istri sendirian di rumah, tiba-tiba dia datang berjaket kulit, berjas hujan dengan bawahan basah kuyup. Dia membawa ransel berisi nasi hangat, mie goreng, dendeng serta beberapa helai pakaian.

Tertegun saya menyadari bahwa dia bersepeda dari rumah yang berjarak 5km diguyur hujan deras.
Setelah hujan reda kami pulang dan mampir membeli sosis bakar, pada trotoar sepi itu saya membisu sembari pandangi istri.............
“dulu saya pernah bertanya, Tuhan....jika pernikahan ini berharga tunjukanlah dia pantas dicintai, istriku.....entah bagaimana almarhum  ayahmu mendidikmu”.

BCL, zaskia mecca memang menggoda, istri molek pandai bersolek memang nyaman dimata tapi kesabaran istri itu nyaman di hati ^_^ . Katanya istri shalih itu berharga, ngga percaya?

Apakah anda tentram jika istri anda tidak mau memberitahu sandi akun medsosnya?
Apakah reaksi anda jika ada sms asing “yang gi apa?”di ponsel istri anda? ;p
Jangan bangga jadi tempat curhat istri orang tapi dijauhi istri sendiri  :v

Katanya, musibah terjadi karna ada sesuatu yang kita abaikan
Kalo ngga perlu jangan beli motuba
Kalo memang mendesak, belilah sesuai kebutuhan bukan memaksakan keinginan. ^_^
Miris, anak pake bmx murahan, ayahnya ganti velg jutaan ;p
Mobil pasang double din, mesin cuci rusak didiemin :v

kopdar cekrek, turing cekrek, lifestyle seperti itu tidak salah tapi belum tentu cocok dengan kemampuan dompet setiap individu ;p

Dah ah lebaynya....bedaaak.... eh mana ..... tisuuu :v






gila

gila

intro....
Saya sulit menemukan teman untuk diskusi, jikapun ada belum tentu dia berminat. Saat sulit bicara akhirnya saya menulis. Mungkin egois memaksa orang mendengarkan otak saya ....toh saya tidak memaksa anda untuk membaca

story....
Ada dua kawan saya yang menjadi gila, yang satu akrab dia suka main dan pernah nginap di rumah. Gejala awalnya sering linglung, bertanya hal yang sama berulang-ulang, asik dengan dunianya dan akhirnya meninggal saat masih smu. Yang satu lagi sekarang masih hidup kadang bertelanjang dada keliling komplek. Apakah orangtuanya akan merasa kehilangan jika anaknya meninggal?

Pernahkah berpikir misalnya nanti istri anda menjadi pikun dan gila? Apakah anda akan tetap menjaganya atau mengirimkannya ke panti sosial? Mungkin anda akan sedih karna dia tidak mungkin lagi bisa mengasuh anak-anak atau malah yess dijadikan alasan untuk menikah lagi :p .

Jika anda menikah lagi, mungkin sebagian orang akan menerima dan mengerti keputusan anda tapi bisa saja mertua anda sangat membenci anda. Cari istri jangan melihat fisik, okelah namun jika istri menjadi gila? Gimana coba?.

Anda bisa bilang “saya dulu hidup bersamanya, mencintainya, mengurusnya dsb tapi sekarang dia telah berubah, saya tidak mengenalnya lagi dan dia pun sudah tidak mengenal saya sebagai suaminya, wajarkan saya meninggalkannya? Tapi saya masih membiayai hidupnya koq”. Mungkin itulah argumen anda.

^_^ mmm jadi malu ngomongnya :p misalkan saya punya temen transgender cewe cantik, pastinya kw kan?. Kebetulan temen saya ada yang jomblo nih minta dicariin jodoh nah saya kenalin tuh cewe kw padanya. Si cowo itu ngga tahu bahwa cewe itu kw, singkat cerita kenalan, jalan, jadian trus meningkat ke jenjang serius.  Si cowo itu ngajak nikah,pokoknya terkesima banget deh ma cwe kw itu.

Lalu dengan berat hati saya bocorkan kejahilan saya, saya katakan sebenarnya bahwa cewe yang akan dia nikahi itu kw. Gimana ya pemirsa reaksi temen saya yang cowo itu? Mungkin marah banget atau malah ketawa atau bisa juga nekat maju terus apapun yang terjadi, masalah ingin punya anak bisa adopsi dsb.

Diskusi ini saya batasi jangan bawa-bawa agama dulu ya masalahnya nanti bisa melebar. Jika si cowo itu beragumen, okelah dia dulunya cowo trus gender swap jadi cewe, kan sekarang sikap dan jiwanya sudah jadi cewe dan saya menyukainya bukan menyukai dia yang dulu tapi dia yang sekarang, bisa kan?

Saya menyadarkannya bahwa secantik-cantiknya kekasihnya tetap saja cowo tapi tetap saja teman saya ngotot bahwa si cewe kw itu bukan cowo lagi sekarang. Dia menikahi hatinya, jiwanya dan sikapnya tak peduli dulunya cowo. Dia  melihat seseorang bukan karna fisik jikapun dia tidak cantik dia terlanjur sayang dan terkesima dengan sikapnya nan anggun.

Pemirsa kita kembali pada kasus istri gila tadi, walaupun sang istri itu wanita cantik misal tapi jika jiwanya sudah gila maka bisa saja suami meninggalkannya, kan menilai orang jangan fisik ya? Dia wanita normal dulu tapi karna gila ya jadi tidak mampu lagi menjadi istri pengasuh rumah tangga.

Pernah anda besebelahan dengan wanita cantik di bis? Awalnya anda jaim tapi lama kelamaan anda penasaran ingin kenalan. Anda kalahkan rasa kikuk anda dan beranikan diri bertanya. Singkat cerita anda akrab dengannya, anda menikmati perjalanan itu dan tak sadar bahwa dia turun dari bis belum memberikan nomor ponsel yang bisa dihubungi. Anda tentu dongkol, “aduh koq bisa-bisanya gue lupa, padahal dia cantik, sayang banget”.

Wanita itu telah membahagiakan anda sesaat padahal anda belum mengenal betul. Bisa jadi itu menjadi salah satu travelling anda yang paling menyenangkan. Jika dia ternyata waria, anda berarti tertipu tapi tetap dia membuat anda terpikat.

Maaf, apakah seorang cowo dalam kamar gelap bisa membedakan dia di kiss bibir cowo atau cewe? Tentunya jangan cowo kumisan yaa .....jika cowo di tempat terang sekalipun berlibur ke thailand misalnya lalu berkenalan dengan cewe palsu dan dia kencan di hotel misalnya apakah dia akan tahu?
Apakah cowo yang berkencan dengan cewe kw tidak akan (maaf) “bangun” hingga “meledak”?

Jika anda pernah bicara pada anak “ah, sedih liburan ngga punya uang ngga bisa ngapa-ngapain” maka dalam otak anak akan tercipta folder baru bahwa sedih itu ngga punya uang.
Lalu anda bertanya pada anak “eh temen kaka cantik-cantik yaa, seneng” maka dalam otak anak tercipta lagi folder baru bahwa seneng itu bersama wanita cantik

Organ tubuh pria tidak bisa membedakan apakah (maaf) pay*dar* wanita itu asli atau hasil implant suntik hormon.
Saat mata pria menatap bagian sensual tubuh wanita kw dan dia tidak tahu, maka imagi tadi membuka folder senang dalam otak untuk menciptakan suasana erotis dsb menggoda hati untuk memuaskan semua nafsu tanpa malu.

Saat seorang suami menikmati foto-foto mantan pacarnya di media sosial misalkan dan berangan-angan ingin bertemu hingga berkencan, sebenarnya bagi saya tidak jauh berbeda dengan seorang pria yang tertipu cewe kw. Dia mengkhayal cerita romantis yang akan didapat melalui gambar-gambar yang didapat melalui matanya. Dia pecinta gambar/fisik, jikapun mantannya ternyata sifatnya tidak jauh beda dengan istrinya, dia terus berkhayal bahwa kencan dengan mantannya akan indah.

Setahu saya tubuh kita terdiri dari materi mati tapi unsurnya bereaksi menjadi hidup ditunjang oleh ruh dan merasa karna jiwa. Mungkin jiwa kita kadang melayang mendekati keagungan Sang Pencipta atau rendah hina nyaman dengan laranganNya.

Apakah anda bisa menangkap benang merah dan hikmah? Atau curiga pada penulis? Xixixi terserah deh :p

cherry story

cherry story

Cherry pertama so sweet in my lips, yang kedua masih manis, yang ketiga mulai bosan.

Kadang orang mendamba yang belum dipunya lalu lupa sadari yang dijalani.


Tiba-tiba saya ingat saat putra pertama saat masih dalam kandungan, malam itu saya bertanya “De, mau selai blueberry? Kalo mau tendang perut mama” lalu perut mamanya ditendang.

Saat putra lahir dengan normal, memang sih lidah ini berucap alhamdulillah tapi seingat saya waktu itu belum pernah misalkan saya benar-benar berterima kasih dalam sujud saat salat atau sengaja salat malam barang tiga rakaat saja sebagai ucapan terima kasih pada Sang Pencipta.

Kenapa kejadian itu baru tersadar sekarang?.

Sepulang kerja saya membeli makanan kesukaan putra yaitu sosis bakar berlumur mayonaise dan saus tomat. Sesampainya di rumah, putra tidak bergeming sama sekali, tangannya asik dengan mouse pc, hanya putri yang sekarang berusia enam tahun minta digendong.

Putra baru kelas dua sd tapi sudah asik dengan dunianya alias tidak begitu butuh dengan ayahnya. Memang saat putra berusia dibawah tiga tahun saya sering menggendongnya tapi dulu tidak pernah berpikir bahwa semakin lama hubungan anak dan ayah itu semakin renggang.

Ayah saya bila memerlukan sesuatu selalu bicara dengan perlahan

Ayah : “de, kamu lagi sibuk ngga? Bapak mau pinjam ya buku kamu “sejarah nabi muhammad”, tolong besok bawa. Kamu ngecetnya udah? Itu sprayer mau bapak pake”
Saya : “ya besok dibawa”

Dan esoknya....
Saya : “pak, maaf lupa nanti aja ya kalo ke bandung dibawain”

Padahal jika bos saya memerintah pasti saat itu juga apa yang dia minta dikerjakan.

Kenapa semakin berumur diriku semakin kurang ajar ya Allah?
Kenapa aku tidak menyadari bahwa ayah itu kini berusia 70 tahun?
Apa harus semua itu menghilang agar diriku menghargai mereka semua?
Jika orang tuaku begitu segan bahkan aku kerap menyakiti mereka, wajarlah doaku tertahan
Jika benar-benar ditimbang, seribu sujudku jauh lebih ringan daripada sejuta dosaku.

be a mosleem

Jika kita yakin dengan agama yang kita anut memang sudah seharusnya begitu. seorang muslim yakin agamanya paling sempurna, seorang atheis mungkin tidak tahu atau tidak percaya agama itu wahyu pedoman hidup. dalam penentuan benar salah, seorang atheis tidak merujuk agama bisa jadi hanya pendalaman pemikiran pribadi. jika seorang nasrani yakin agamanya sempurna itu haknya dia.

Sebagai muslim, saya sepatutnya yakin bahwa agama islam itu sebagai pedoman hidup agar selamat di dunia dan bisa bertemu dengan Sang Pencipta Allah swt, bagi saya islam bukan hanya mengajarkan berinteraksi dengan Sang Pencipta tapi hubungan dengan manusiapun pastinya akan dihitung oleh Allah swt. bahkan etika makan, bersuci, mandi, berbicara dengan orang lain semua diterangkan lengkap sekali dalam hadist.

Hampir semua muslim mengetahui bahwa makan itu waktunya sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, apakah anda tahu bahwa islam itu mengajarkan bahwa lambung itu diisi sepertiga air, angin dan makanan?
apakah anda tahu bahwa etika berbicara itu harus menatap mata (untuk sesama jenis ya) dan jangan menoleh walaupun ada yang lewat?
apakah anda tahu bahwa orang berjumlah sedikit dianjurkan memberi salam pada orang yang banyak? dsb dsb

Saya yakin islam sempurna tapi belum tentu pemahaman saya selama ini benar. apakah saya belajar agama sesuai dengan tuntunan nabi? mengikuti pendapat para sahabat? para ulama-ulama terdahulu.

Semisal, saya pernah mendengar bahwa patung mahluk bernyawa itu haram dalam islam, dalilnya jelas, pendapat mayoritas para ulama pun jelas, anda bisa melacaknya di internet nash-nash, dalil apa saja yang berhubungan, tapi saya pernah dengar juga bahwa dalam penyebaran agama islam kita harus lembut, tidak kaku kasar mengayomi menerangkan secara perlahan. jika seorang pengrajin patung tertarik ingin mempelajari islam lalu kita katakan secara langsung bahwa rezeki yang dapat selama ini haram lalu dia berdosa dan bisa masuk neraka tentunya dia akan kaget dan mungkin tidak tertarik dengan islam bahkan tidak jadi menjadi mualaf misalnya.

Setiap momen yang saya dapati sehari-hari saya berusaha untuk berbaik sangka. saya harus tahu mana yang benar dan salah tapi saya tidak bisa prematur dalam menilai prilaku orang lain. contoh simpelnya begini, seringkali saya melihat seorang ayah dengan putrinya yang masih balita duduk di ruang klinik misal, lalu dia dengan cueknya merokok, secara etika sikap bapak tersebut tidak pantas dan secara medis sikap itu juga merugikan lingkungan sekitar baik pasien lain juga putrinya sendiri.

Sikap bapak tadi jangan saya contoh tapi dibalik itu bisa saja dia tidak tahu etika, ilmu kesehatan tapi bisa jadi dia pekerja keras yang sayang mengantar anaknya yang sakit ke klinik. tidak semua orang itu walaupun dia ahli dalam bekerja, berdagang, bergaul tapi selalu tahu "apa sih yang gue harus lakuin? apa sih yang ngeganggu orang lain?". jika saya selalu melihat kejelekan orang maka saya akan merasa paling benar, suci, pintar padahal diluar sana semua orang mengalami kedewasaan juga hanya di tempat berbeda dan mendapat ilmu yang berbeda pula.

Ayah saya yang berusia 70 tahun itu selalu mengingatkan "hidayah orang itu berbeda jangan melihat keburukannya saja", sedikit demi sedikit saya belajar memahami tapi bukan membiarka, dan kebenaran yang harus saya praktekan.

Mengapa hidup begitu serius, saya tidak begitu serius bahkan dalam mengumpulkan materi pun saya kalah jauh dengan adik kelas misal. seringkali saya takut, tidak tenang semisal saya melihat tanyangan film dokumenter asing tentang fenomena menjadi perawan di dunia barat.  status perjaka dan perawan itu sirna dikala seseorang sudah beranjak baligh. gadis usia 12 tahun dan bocah usia 14 tahun pada umumnya di dunia barat sudah melakukan "coitus".

Orang tua mereka hanya bisa menghimbau tanpa memiliki wewenang dalam menjaga kesucian putra putrinya. jika seorang bocah menyukai seorang gadis, saya mendengar bocah itu bicara "saya ingin menjalin hubungan serius dengannya dan saya ingin beranjak ke level selanjutnya dengan melakukan coitus untuk membuktikan bahwa dia memang serius".

Pemahaman ngawur/bebas seperti itu memang wajar karna jika agama tidak merinci hakikat seorang wanita maka wanita juga orantuanya tidak memiliki pedoman sama sekali dalam hidup. anak perempuan diasuh, disekolahkan, disayang setelah dewasa dibebaskan begitu saja padahal wanita itu perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalih.

Walaupun demikian pada keluarga muslimpun masih banyak pemahaman islamnya masih kurang, misalnya seorang ayah masih membiarkan anaknya pergi berduaan dengan pacarnya. bahkan seorang ayah tidak malu meminta tolong pada pacar anaknya, jika kondisi sudah demikian maka sang pacar merasa diberi angin dipercaya dan belum tentu dia amanah.

Ketentraman rumah tangga hanya didapat dengan memiliki istri shalih, istri dan anak yang shalih akan menyelamatkan keluarga bahkan negara dan masa depan peradaban manusia.

manggis

manggis
manggis


foto ini diambil di desa wanayasa, kab subang jabar

pernah saya lupa roti tawar digantung di pintu, tersadar setelah ada bau asam tercium dari kamar, "yah masih banyak dah ngga bisa dimakan sayang banget".
makanan seperti roti, pisang, daging jika tidak dimasukan kulkas mudah membusuk. bakteri pengurai tidak bisa hidup di suhu yang beku karnanya makanan bisa bertahan tapi tentunya rasanya akan berubah.

suhu yang pas dan kondisi yang aman diperlukan agar makanan bertahan layak konsumsi. kulkas harus rapat agar tidak bisa digerogoti tikus juga suhunya harus tepat. kulit manggis mudah ditusuk oleh jarum dan pastinya berpori tidak kuat tahan air dan api.
kulit apel, pisang, manggis mampu menjaga rasa dan warna berminggu-minggu hingga masa panen. bukan hanya sifat air yang bisa memuai, menyusut, merambat tapi air pula membawa nutrisi yang diperlukan sebuah pisang hingga mampu matang saat masih tergantung di pohonnya.

tumbuhan dan hewan hidup tapi akal mereka terbatas, tentunya seekor kera tak mampu chat di fb kan? tapi dia tahu cara memanjat pohon. manusiapun jika hanya berkeluh kesal tentang sulitnya mencari uang untuk makan maka tak ada beda dengan hewan. jika pohon bisa menjadi peneduh, ditebang diambil kayu untuk bahan furnitur misalnya nah sebagai manusia tentunya kita harus lebih baik dari seekor hewan atau sebatang pohon.


saya percaya setiap manusia pasti ingin bermanfaat bagi orang lain hanya saja caranya berbeda. kadang manusia secara tidak sadar melakukan kerusakan lingkungan, menebang pohon misalnya karna tergiur uang. di kota saya tinggal asal ada uang maka anda bisa dapat izin menebang pohon yang anda rasa menghalangi ruko anda misalnya. konon untuk menebang satu pohon itu diminta uang 5jt rp, pohon-pohon usia puluhan tahun yang rimbun dan menyejukan ditebang begitu saja demi bisnis.


Jalan veteran di purwakarta sekitar tahun 1997 masih rindang namun sekarang gersang, hal seperti ini seperti diabaikan padahal lingkungan yang sejuk berpengaruh sekali pada kinerja manusia, stress, marah, macet, tidak mau mengalah dalam lingkungan yang panas dan gersang membuat aktifitas sehari-hari menjadi runyam. Tapi air mancur yang tidak ada pengaruhnya pada lingkungan dibuat dan pastinya memerlukan dana.

Keindahan belum tentu bermanfaat, tapi bermanfaat pasti sehat.


Yah bagaimana lagi jika kesadaran lingkungannya rendah atau pura-pura tidak tahu, saya yakin apapun sikap kita pasti dibalas di dunia dan akhirat nanti. beruban, berharta belum tentu berwawasan lingkungan, jika hidup hanya memikirkan uang ya dapatnya uang, jika memikirkan teman ya dapat teman, jika sering merasa salah karna melanggar perintah Allah swt maka akan diberi hidayah mencapainya.

Apa sih hubungannya manggis dengan menebang pohon?

Simpel, jika kita mengetahui betapa menakjubkannya alam maka kita akan takut merusaknya, pastinya manggis tidak mampu manusia ciptakan apalagi pohon, sungai, laut, hewan dsb. yah karna terdesak malu bisa saja manusia menjadi pembunuh atas janin yang dikandungnya.

cermin

cermin


cermin

sebagai penulis terlepas dari profesional atau sekedar hobi, harusnya bisa menelurkan sebuah cerita walau hanya melihat sebutir telur misal, kali ini saya terilhami dari sebuah foto yang saya ambil, kursi dan kaca.

setiap hari saya bercermin, memperhatikan rambut, wajah dsb. saat menyisir merapikan rambut saya tidak pernah berpikir "bagaimana yaa hidup ini agar rapi?", "bagaimana jadwal pekerjaan saya agar tidak berantakan, mudah dikerjakan dan tentunya orang lainpun puas/merasa terbantu dengan kehadiran saya".


saat saya cemas "koq ada jerawat sih padahal saya ngga pernah begadang?" tapi saya tidak pernah cemas jika saya selalu menyajikan wajah cemberut pada orang lain.

begitu pula saat saya memoles uban dengan warna fav "red burgundy", saya tidak menyadari uban adalah peringatan semakin bertambahnya usia dan jatah hidup bisa berhenti kapan saja, saya bukan anak muda lagi.

katanya semangat harus muda tapi seringnya kita mencari alasan saat tidak bersemangat dan membenarkan diri saat kekanak-kanakan. kita menyalahkan cuaca "wah panas, mendung bikin lemes ngga bisa konsen dsb, ah wajar dong saya marah keluar kata-kata kotor, namanya juga kalap".

memang kesabaran itu tidak ada sekolahnya dan kemuliaan itu tidak ada kelulusannya sebelum kita terlentang tak bernafas.

pernahkah kita mendengar, seseorang diberi gelas profesor kesabaran? doktor di bidang harmonisasi rumah tangga. psikiater ada, juru bicara perdamaian ada tapi belum tentu mereka bebas dari perceraian rumah tangga, ya kan?

mungkin anda bisa berkata "ah, non eh mas rizki ini kelebihan waktu :p , satu hal dibahas panjang lebar" ya itu hak anda untuk menilai, pikiran ini selalu minta dilepaskan. sama halnya jika saya berkata pada anda "ah anda itu kelebihan uang, saat orang lain membeli beras paling murah, anda malah gonta-ganti velg mobil"

hobi orang berbeda, dan pada akhirnya apakah hobi kita berdampak minimal sebagai kedamaian batin atau berbagi inspirasi?

konon kecantikan ideal itu perpaduan tampilan lahiriah dan batiniah, tentunya saya ingin sekali terlihat manis baik dalam bahasa, sikap  juga rupa walau sederhana, jikapun sikap saya masih pahit minimal tulisan saya manis hehehe.

ok's kawans, sekian dulu ya, semoga cermin itu selalu menyadarkan kita untuk menata inner beauty yang seharusnya kita miliki....ciyeee

value and profit

value and profit

Value n profit


Seringnya manusia dinilai hanya dari satu sisi, jika anda seorang karyawan misalkan masuk jam 8 pagi lalu anda bekerja hingga jam 2 siang. Anda tak sengaja terlelap sesaat di kursi dan diketahui pengawas atau bos. Anda akan dinilai pemalas tidur saat jam kerja. Jarang orang berbaik sangka bahwa anda istirahat barang 5 menit saja karna habis bekerja.

Jika anda karyawan perusahaan besar bisa saja anda berpikir “ah, biarin... gue ngga akan selamanya disini ntar pas pensiun dapet pesangon mau bikin kosan misal, atau buka kantin baso misalnya.

Jika anda karyawan perusahaan kecil? Dan pesangon pun entah ada atau tidak? Apa yang membuat anda bertahan? Apa karna mentok usia sudah tidak bisa lagi melamar di tempat lain? hehe

Karyawan berusaha menampilkan sisi terbaik dalam pekerjaan tapi jika apes malah terlihat yang jeleknya. Kadang karyawan juga hanya melihat hasil, misalkan “wah dia gajinya gede, dia sudah bisa beli mobil seharga ratusan juta walau nyicil. Jarang dari kita mengamati bagaimana kinerja seseorang, bagaimana cara dia berkomunikasi dengan konsumen, atasan, bawahan juga sesama karyawan. Bagaimanakah reaksinya saat menghadapi konflik dsb.

Uang yang banyak tidak mungkin dihasilkan tanpa prestasi kinerja profesional, tapi ingat uang tidak selamanya mengikuti. Misalkan masih banyak guru-guru kimia, fisika dan ilmu-ilmu pasti di smu tapi upah mereka hanya cukup untuk kebutuhan primer saja. Adakah guru smp atau smu mampu beli pajero, berlibur ke swiss dari gajinya?

Kita hidup perlu uang tapi uang hanya bagian hidup, ada keuntungan dan nilai. Jika saya tak sengaja menemukan ponsel unik klasik di tukang loak dan dibeli 50rb misalnya lalu saya jual pada kawan seharga 200rb maka saya mendapat profit dan bisa saja saya tamak.

Jika saya menjual pada kawan seharga 100rb saya dapat profit juga dan kebetulan misalnya kawan saya curhat tentang masalah keluarganya, singkat cerita saya dengarkan dan kami akhirnya bersahabat. Disitulah saya mendapat profit dan value.

Kepercayaan, persahabatan, keakraban, menjadi pribadi yang nyaman itu tidak bisa dibeli dengan uang tapi dengan sikap.


Suatu waktu ada gadis unyu berjerawat membeli krim kulit

Gadis unyu : “a, ada hydrocortison krim tapi yang dari pabrik anu jangan yang anu”
Saya : “emang dipake buat apa?”

Singkat cerita saya beri masukan padanya bahwa mengatasi jerawat tidak bisa mengandalkan obat semata, saya tanya jadwal tidurnya, makannya dsb.
Akhirnya saya beri saran obat apa yang harus diminum, krim yang digunakan dan pola makanan sehat yang harus dijalani.

Sekitar dua mingguan gadis itu datang lagi, saya agak lupa tapi untungnya lekas berujar.

Saya : “eh, kamu yang dulu beli krim ya? Gimana sekarang?
Gadis unyu : “iya a, udah mendingan”

Wajah gadis itu kini nyaris bersih tinggal bintik-bintik merah saja tanpa jerawat berarti.
Hal-hal seperti inilah yang menbuat saya bertahan dalam bekerja, semakin banyak orang puas dengan konsultasi yang saya berikan semakin mampu saya bertahan dalam bekerja.
Jika kita tidak memiliki skill juga tujuan agama lantas untuk apa kita hidup?

Berlomba-lomba dalam penampilan dan kekayaan itu tidak mudah dan pasti di atas langit ada langit hingga lelah tanpa henti.

Ada juga ibu-ibu sudah cukup umur berwajah bersih, dia konsumen krim pemutih. Jika dia datang saya sudah tahu apa yang dia inginkan. Singkat cerita dia bicara cukup lama, jika pasien lain sudah datang silih berganti, dia masih betah berdiri berlama-lama bicara dengan saya. Saya terangkan semampu saya apa yang dia tanyakan, tentang krim tabir surya, vitamin kulit dsb. Dan ternyata usianya sudah kepala enam.

Semakin banyak orang puas dengan kehadiran kita maka semakin banyak penyejuk rohani dalam keletihan hati yang kita alami. Apakah anda tidak bahagia jika anda ditanyakan dan dibutuhkan orang?

Semua orang ingin rezeki yang halal, kenapa? Karna ingin tentram. Ingin tentram hidup bersama istri, ingin memiliki anak yang salih dan berprestasi, ingin sehat jiwa dan raga dsb.

Ada orang bekerja berhadapan dengan mesin, ada juga dengan orang. Semua ada resikonya. Jika kita salah mengoperasikan mesin bisa saja menyebabkan kerugian perusahaan bahkan kecelakaan.

Jika kita berhadapan dengan orang lalu bicara sembarangan, misalkan anda seorang ahli farmasi ngarang saja tentang dosis obat jantung bisa fatal akibatnya, bukan hanya denda tapi penjara jika sampai ada korban jiwa.

Seorang arsitek, konsultan bangunan, tidak bisa sembarang dalam presentasikan suatu proyek. Harus ada uji kelayakan, data valid dan lain sebagainya.

Mungkin saja pretasi kinerja kita tidak diketahui bos atau kenaikan upah tahunan tidak seberapa, percayalah bukan itu tujuan akhir. Walau uang memiliki kekuatan tapi eksistensi seseorang belum tentu harus disertai uang.

Hanya cerita penutup saja, sering pada suatu pagi di suatu pasar saya melihat seorang pria sudah cukup umur berjualan kantong plastik, serbet atau kain semacam kasa untuk mencuci piring.

Jika kita selalu was-was akan masa depan karna bekerja hanya di perusahaan kecil tak bergengsi misalnya, bagaimana ya jika kita ditakdirkan menjadi penjual kantong plastik tersebut? Untuk apa hidup jika kita tak mampu berbaik sangka pada Sang Pemberi rejeki.

fananya cinta

fananya cinta

Dulu sekitar tahun 90an ada sebuah acara di tvri berjudul "fragment", alkisah ada sebuah pondok kontrakan yang dihuni beragam manusia, ada yang sudah menikah, berusia lanjut dan seorang lajang. seorang lajang itu antusias sekali bertanya tentang cinta pada setiap penghuni pondokan, dia bertanya "apakah anda mencintai jodoh anda?". pada akhirnya dia mendapat jawaban dari penghuni yang berusia lanjut, dia berkata "yah buat apa hidup memikirkan cinta, toh pernikahan saya bisa bertahan hingga sekarang".

saya bertanya pada teman, "apakah menurut kamu jodoh itu sudah diatur?" dia menjawab "sudah diatur" karna dia tidak begitu mengenal calon istrinya tapi hatinya tergerak saja untuk menikah."

ayah saya berkata "nikah itu sekali, kamu jangan main-main, bisa menyesal seumur hidup, kl salah satu sudah tidak punya "duriat" maka apa lagi yang bisa dipertahankan?"
duriat itu dari bahasa sunda artinya apa ya? mencakup kasih sayang, cinta dsb.
kakak perempuan saya bilang "kamu harus punya cinta walaupun sedikit, kamu ngga akan punya semangat pertahanin pernikahan kl kamu ngga punya cinta"

saya perhatikan pernikahan tanpa atau kurang cinta memang rentan dan bahkan mudah sekali bubar. sering film bertema pasangan kekasih bertahun-tahun pacaran tapi kandas karna salah satu punya gebetan baru. dalam dunia nyatapun saya sering menjumpai, orang-orang yang memadu kasih dan kedua keluarga sudah berencana menjadi besan tapi bubar seketika karna ada orang ketiga. harta dan rupa pun tidak selamanya jadi biang kerok, banyak orang menggagalkan rencana pernikahan mereka tanpa mampu memberikan jawaban hanya simpel menjawab "pokoknya klop aja".


dahsyatnya cinta suatu waktu akan redup katanya tapi setidaknya jenuh bersama orang yang kita cinta lebih baik daripada jenuh bersama orang yang tidak kita cinta. hubungan yang sehat itu bikin nyaman, jika saat sendiri lebih nyaman dibanding berdua berarti ada yang tidak beres dalam hubungan itu.
anda mempertahankan pernikahan karna apa? anak? kasihan ortu/mertua yang sudah berusia senja? itu bukan jawaban, itu adalah kewajiban agama.

anda merasa was-was jika istri pergi sendiri menggunakan sepeda motor misal?
anda merasa menyesal jika pernah dengan kasar menghardiknya?
anda begitu tersentuh jika mengingat kesabarannya?
atau anda merasa jenuuuh sekali saat ini sehingga mati rasa, hambar, piknik males, ngobrol males malah akrab dengan teman kantor misal?

memang jenuh manusiawi tapi jika jenuhnya berkelanjutan? banyak misalkan pasangan artis terlihat romantis sejak masa pacaran hingga pernikahan bahkan kelahiran anaknyapun menjadi sebuah lagu “timang timang anaku sayang” tapi berakhir di pengadilan, apakah mereka tidak mencintai? alasan orang menikah ada karna usia mentok, disuruh ortu dan sudah males mikir/nyari

setelah sepuluh tahun saya menikah, saya belum memiliki jawaban tapi sepertinya jodoh itu memang sudah diatur, kita berani maju atau menggagalkan karna ada sesuatu yang menggerakan hati kita. jika saya mengejar seorang wanita tapi dia menolak, tetap kan? keputusan bukan di tangan saya. hati manusia tidak bisa dipaksa, kita berwajah tidak buruk, berdompet tidak tipis tetap saja belum tentu dengan mudah dicintai seseorang.

banyak orang berpetuah mulia seperti cinta itu bukan pada mahluk tapi pada Penciptanya, menurut saya tetap saja pada prakteknya kita hidup berdampingan dengan manusia dan selalu harus mampu berkomunikasi dengan baik.

hanya praduga saja, mencintai itu cape mending dicintai, mengharapkan bahagia dari seseorang itu labil. saat orang itu pergi atau mati maka kebahagiaan kitapun pergi dan mati. seringkali saya melihat lajang-lajang yang dulunya cantik setelah menikah perut melar lengan besar dan wajahpun berubah drastis. cahaya seseorang terlihat dari matanya, jika beban tugasnya berat maka letih pula sorot matanya.

anehnya walaupun saya tahu kecantikan itu sementara, kenapa ya sebagai pria saya sering begitu terpukau dengan kecantikan? komen temen saya yang seorang ibu muda cantik pebisnis mandiri, dia bilang gini "cinta itu ngga ada di dunia ini, cinta sejati itu nanti di alam kekal sana".

Saya sudah menahun tahu bahwa dunia ini fana tapi baru tersadarkan oleh ucapan teman saya itu, benar sekali dunia ini fana labil, kecantikan sementara sementara sikap wanita itu selamanya, jika doyan bentak ya itulah yang abadi hingga mati, jika doyan memaafkan suami ya itulah yang menentramkan hati.

Saya perhatikan ngga usah nimbrung apa yang sering diobrolkan wanita di kantor misal, mereka mengeluh tentang cuaca “duh panas, gerah” lalu mereka selalu memikirkan makanan “wah enak nih ngerujak, ngebaso, pengen makan ini ah itu ah” lalu mereka bercerita tentang kebiasaan suami, teman yang tidak mereka sukai “si ini mah gitu gini, si ayah, si anu dsb”.

Jarang sekali saya menemukan seorang wanita kecuali teman saya seorang janda yang berusia 60 tahun begitu ramah, sejuk, gemar memberi makanan, dia bercerita bagaimana suaminya meninggal dulu, dia bercerita tentang bahagianya menjadi ibu atas seorang anak yang sekarang tinggal dan bekerja di shanghai pada perusahaan xiaomi.

dia bernasihat jangankan cerai, berpikir atau berbicara cerai dengan istri saja tidak boleh. Walau dia non muslim bisa saja dia lebih islami dibanding saya yang seringkali berburuk sangka pada Sang Pencipta.

Kecantikan bahasa pikiran dan sikap memang menentramkan, wajarlah jika agama berkata harta yang paling berharga adalah istri yang shalih.

saling mengira, saling menyangka istri orang lebih cantik, rumah tangga orang lebih harmonis, jikapun memang benar cantik, kita tidak tahu kecantikan hatinya, kebiasaannya, pertengkarannya, perjuangan mereka dalam menghadapi konflik dengan keluarga besar dsb.

Sekali lagi kawan saya ibu muda cantik itu pernah bilang, “wanita itu ada adiknya yang harus diperhatiin, ada kakaknya, ada ponakan dsb, emang itu semua ngga harus dipikirin dibiayain?”. Bener banget, menikah itu bukan antara suami dan istri tapi dua keluarga besar dan bisa saja menjadi masalah besar


Foto bunga itu saya ambil setahun lalu di kab subang jawa barat, selain layu sekarang pun tak ada jejak sama sekali. Itu adalah peringatan bahwa keindahan materi itu sementara. Di akhiratpun jiwalah yang dipertanggungjawabkan padahal di dunia ini kita tidak tahu wujud jiwa

Cinta itu fana, jikapun memang ada tapi tidak akan abadi di dunia ini.

digital life style

digital life style


Tahun 90an kamera digital belum marak, mau selfie? Harus rogoh kocek beli negatif film plus ongkos cuci cetak bahkan kamera analog manual fokus adalah barang mahal untuk sebagian orang, kita pasti hanya jepret momen yang bagus. Ngga mungkin difoto pas lagi marah atau bangun tidur pas muka berminyak :p

Sekarang  mentang-mentang semua serba mudah dan murah, jadinya asal jepret, share seenaknya. Maaf-maaf buat yang doyan upload gambar cewe seksi vulgar bin seronok, pernahkah anda berpikir suatu saat putri anda difoto dan diuplod orang tak bertanggung jawab pas dia berenang atau di dalam kamar mandi hotel yang disadap kamera misalnya?

Dalam tayangan film dokumenter, para belia di Philipina berpose seksi dalam akun medsos mereka. Tak lama kemudian konsumen dari beragam negara mengajak chat, singkatnya mereka berkenalan dan janjian kencan. Para belia itu bermain seorang diri lalu dibayar dan tentunya harus melayani selera konsumen dengan puas. Ada juga yang dikoordinir oleh mucikari setempat untuk melayani konsumen-konsumen pedofilia misalnya.

Para belia itu melakukan itu demi uang, dimanapun kemiskinan menghinakan. Kabar baiknya ada dari sebagian mereka bisa diselamatkan dan para mucikari itu berhasil ditangkap dan dipenjara. Para belia itu direhab pada sebuah panti. Dalam panti itu ada sesi “expression therapy” dimana para belia itu ditempatkan pada sebuah ruang dengan dinding busa. Mereka bebas mengeluarkan semua amarah, berteriak memukul melepaskan semua emosi dan pengalaman kekerasan seksual baik dirumah, di sekolah, di jalan dan di tempat prostitusi yang dulu pernah mereka alami.

Jika anda tidak iba saat melihat mereka marah, menangis dan putus asa, saya meragukan anda memiliki iman dan nurani. Jika anda masih gemar upload foto-foto vulgar berarti anda secara tidak langsung mendukung pornografi di media sosial. Semakin pria memuji seorang wanita yang berpose sensual di media sosial maka semakin berani dan lupa diri para pelaku selfie tersebut.

Jika anda masih saja meremehkan pornografi dan pura-pura tidak tahu atau rezeki anda tetap deras-deras saja...yah bagaimana lagi, mungkin memang itu kualitas anda.

Buat anda yang gemar menebar kebencian, fitnah-fitnah, itukah hasil dari pendalaman agama anda? Semua ujungnya pilihan, jika seumur hidupnya menghiasi wall pribadinya dengan kebencian maka tak ada bedanya dia merekam benci ke dalam memori otaknya.

Apakah pemirsa yakin seseorang memiliki hubungan baik dengan Sang Pencipta jika dia selalu bermasalah dan tak peduli dengan sesamanya?

sekolah luar biasa untuk pribadi luar biasa

sekolah luar biasa untuk pribadi luar biasa

Seragam mereka sama seperti seragam sekolah lain berwarna abu, tingkahnya aktif tapi setelah didekati barulah kita tahu mereka memiliki keterbatasan.

Ada yang bicara dengan bahasa isyarat, ada yang gagap, ada yang berbicara susah sekali, hanya “euh, uh, wegi”. Mereka bisa membaur dengan teman sebaya yang senasib. Ada yang berlarian, tersenyum, tertawa menyendiri atau jalan dengan goyang mungkin mengalami kelainan keseimbangan.

Yah itulah sekolah luar biasa. Betapa sabarnya orang-orang yang ditunjuk untuk menjadi pendidik dan tak kalah sabar pula orang tua mereka yang ditakdirkan menanggung ujian memiliki anak maaf “abnormal”.

Kadang waktu  dzuhur atau ashar saya melewati sekolah itu, dalam hidup saya kadang merasa jenuh, ngantuk....padahal....
Banyak hal-hal yang kurang saya sadari, saya bisa menikmati pemandangan saat bersepeda, bermotor, bermobil, saya bisa melihat bentuk pizza, merasakan harumnya, saya bisa memilih warna baju dan menikmatinya dsb dsb.

Orang buta di dunia bisa saja disebut kurang beruntung karna tidak tahu warna dan segala indahnya.
Orang tuli bisa saja disebut merugi karna tidak tahu suara ramah bunda dan ayahnya dan orang yang dicintainya.
Orang gagap bisa saja disebut sial karna sulit mencari pekerjaan bahkan jodoh.
Tapi di akhirat nanti belum tentu kita beruntung mampu mempertanggungjawabkan satu jari yang kita miliki

Hidup ini seperti buku, jika kita malas untuk membacanya kita tidak mendapat apa-apa padahal jika kita mau membukanya... Lembaran ujian yang kita hadapi mungkin tidak ada artinya dibanding kesulitan yang orang lain alami.

saving fuel for the better future

saving fuel for the better future
Jika nanti antar kota sudah terhubung jalan tol, bis kota, trem bahkan kereta api cepat sudah ada dan terjangkau, apakah mungkin pemakaian bbm dibatasi?

Solar masih bebas dibeli, pembelian premium dan lainnya plus ppn
Beli dibawah 5 liter bebas ppn
Beli diatas 5 liter plus ppn 10%

Motor 150cc tambah ppn 10% berapapun belinya
Untuk mobil bensin apapun jenisnya ya plus ppn 10%

Dengan kalkulasi seperti ini masyarakat akan selektif dalam bepergian tidak seperti sekarang dimana dia mampu beli bbm maka dia seenaknya saja menghabiskan sumber daya alam. Dana yang terkumpul bisa digunakan untuk pembenahan jalan, transportasi dsb.

Nantiiiii mungkin perlu 200 tahun agar semua orang sadar bahwa sumber daya alam itu amanah bukan seenaknya kita gunakan. Mungkin sedikit sekali jumlah kendaraan pribadi, mobil hanya untuk usaha maka semua orang sudah terbiasa menggunakan kendaraan umum.

Yang namanya orang licik pasti ada, biarlah mereka memilih makan haram dengan menjual bbm. Ini aturan untuk orang amanah, beriman, polisi boleh mengejar pelaku kriminal tapi jangan terlalu ngebet yaa karna pembangkang itu seperti jamur.

Bisa jadi hanya tempat-tempat wisata saja menyediakan jip-jip untuk olahraga off road misal di gunurng bromo atau sedan-sedan sport yang disewakan di sirkuit-sirkuit. Bagaimana dengan industri otomotif? Mereka diberi waktu 5-10 tahun untuk riset dan harus mampu membuat mobil hybrid secara masal, pembuatan sepeda elektrik bisa bekerja sama dengan korea, swedia misalnya. Jika ada warga tetap maksa ingin punya kendaraan pribadi, boleh asalkan disel, hybrid, sepeda listrik, kecuali warga tak mampu yang tinggal di pedalaman bahkan warga tak mampu didata dan pajak kendaraan mereka disubsidi pemilik kendaraan mampu.

Jika negara sudah tidak menanggung subsidi mungkin indonesia sudah memiliki wahana ski indoor seperti di dubai, memiliki lintasan-lintasan motor cross, sepeda gunung, camping, jetski, kano di danau-danau buatan yang layak, hiking di hutan-hutan lindung yang dikelola pemerintah seperti di selandia baru atau turki. Refreshing itu olahraga, hasilnya sehat bukan buang bbm.

Keadaan  jalan akan lancar asri sunyi tidak ada genk motor/anak dibawah umur bawa motor, pastinya kecelakaan berkurang, apalagi jika kereta cepat seperti di shanghai itu, yang tidak bermesin dan beroda. Mereka hanya menyempurnakan hukum newton tentang gravitasi, kereta itu melayang tanpa suara wusssh hanya suara angin.

Yah andai semua itu terjadi tapi mendengar kata china kan biasanya heboh ya…kapir, komunis, atheis.
Hak seseorang untuk meyakini agamanya paling sempurna tapi jika kita menutup hati maka akan buta terhadap prestasi negara lain.

Gagasan ini pasti ada plus minusnya, silahkan komen jika berkenan  ^_^

gene band

Gerimis itu bikin ngelamun…
tiba-tiba saya ingat band uk tahun 90an “gene” namanya, vokalisnya martin rossiter dulu cool dengan flanelnya bawain “london can u wait” tapi sekarang kaget dah keriput padahal kelahiran tahun 70an kata wikipedia sih ^_^.

Di inggris sana ada seorang gadis berusia 20an perutnya seperti ibu hamil, bunting penuh cairan karna kebiasaan minum bir dan makan junkfood. Ada juga pemuda usia 20an kulit perutnya sudah keriput karna pola makan kacau. Jika saya dilahirkan di belahan barat sana mungkin pola hidup saya akan seperti itu, softdrink itu bir, makan itu junkfood, alkohol, obat tidur dsb, sukur-sukur kalo saya jadi atlit bola ^_^.

Walau kita masih muda, baiknya sedini mungkin jaga pola makan, misal kalo doyan kopi maksimal segelas sehari dengan rendah gula, makanan berkuah santan dikurangi. Kalo boleh pamer saya satu-satunya di kantor yang camilannya kurma atau roti gandum sementara yang lain hampir setiap hari makan gorengan (maaf ya kpd penjual gorengan ^_^). Ada pedagang yang curhat ke saya, obat diabetes yang paling bagus apa? Ternyata dia sudah tidak bisa “on” sehingga istrinya mengabaikannya. Kesehatan berujung fatal kan?.

Kalo lagi ada duit saya beli uc 1000 yang botol plastik, hampir tidak pernah saya beli minuman bersoda yang semakin murah harganya, minuman sari buah yang sehat pasti dibuat dari buah asli dan harganya pasti semakin naik.

Naik gaji ditangan bos tapi kualitas hidup ada ditangan kita sendiri :p, yang penghasilannya spektakuler tapi ngga bisa merawat lambung masih banyak. Sudah banyak saat ini penemuan pentingnya bangun subuh, manfaat makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, waktu yang baik untuk olahraga dsb, tinggal kitanya mau ngga melakoni?

Tinggal gugel jika ingin tahu kenapa lemak menyumbat pembuluh darah dan efeknya ke jantung ,apa efek soda bagi tubuh dsb. Anda pasti hapal gejala terserang virus flu? Badan meriang, tenggorokan sakit, kalo saya cukup minum vitamin c dosis tinggi dan paracetamol lalu istirahat maka sakitnya tidak jadi, lain cerita orang yang sudah berumur 60 tahun dia bilang begini “ya seumur kamu riz cukup ditanggani kaya gitu sementara semakin uzur imun tubuh itu berkurang”.


Sehat badan itu tidak sulit, yang sulit itu sehat hati dimana kita selalu berbaik sangka pada Sang Pencipta.

just my opinion

Coba googling “shalat sesuai nabi”, banyak sekali situs  yang menerangkan praktek hingga dalilnya. salah satu cirinya misalnya “bismilah” itu diucap secara samar saat membaca surat al fatihah. Jika jamaah masih banyak yang belum tahu maka imam boleh membaca bismilah dikeraskan seperti yang umumnya kita ketahui selama ini.

Menurut saya Islam itu fleksibel jika kita berniat berbuat baik tapi malah menimbulkan kegelisahan khalayak ramai maka perbuatan itu boleh ditunda atau dicari cara lain. Saya pernah tinggal di suatu daerah dimana ada masjid baru disitu. Semua sunnah-sunnah ibadah dilaksanakan di masjid itu namun karna masyarakat masih awan maka timbulah fitnah seperti ucapan “wah, jangan solat di masjid itu, dia ngga pake bismilah”.

Kemarin-kemarin media memberitakan seorang penyanyi menggunakan busana dimana tertera huruf-huruf arab. Sayangnya orang yang terlihat cendikiawanpun malah menuduh penyanyi itu menistakan agama.

Bisa saja dalam kemasan pakan kucing ada huruf-huruf arab, bahkan di bungkus kondom pun mungkin ada tulisan arabnya. Karna beragamnya emosi di indonesia maka dari itu sebaiknya penyanyi tersebut tidak menggunakan atribut-atribut tulisan arab.
Jikapun dibawa ke ranah hukum, apa salahnya seseorang membubuhkan tulisan arab yang bukan ayat-ayat quran di kostumnya?
Entah bagaimana benang kusut harus diurai agar bangsa ini dewasa dalam berpikir.

Banyak orang mengaku ajarannya sempurna tapi buktinya lihat setiap hari jumat, banyak sekali orang-orang berkostum alim sudah beruban bahkan mapan berangkat beribadah berpeci tanpa helm. Katanya agamanya cinta damai. Damai tapi menantang penegak hukum kan?

Apakah bersyukur itu dengan mengabaikan keselamatan? Berserah diri itu dengan hidup asal-asalan?
Situs gratisan, berbayar, terkenal belum tentu bisa dipercaya, ngakunya media agama tapi terus menjelek-jelekan seorang gubernur misalnya, mengatakan sesat padahal sebelumnya belum ada gubernur yang begitu berani menggebrak busuknya birokrasi di negeri ini.

Seringnya dalam kutbah jumatpun hanya dibahas wajibnya shalat berjamaah, berlipat pahalanya. Hingga kini belum terdengar ada khatib berbicara “kalo bisa parkirlah kendaraan anda jauh dari masjid selain menghindari kerumunan macet disekitar masjid, menghindari polusi udara juga suara, wudhulah dirumah menghindari antrian.

Ratusan kali kita salat jumat dan keadaannya begitu-begitu saja motor-motor berisik di sekitar masjid, mobil tersendat sulit parkir, antrian memanjang di tempat wudhu padahal ada hadist anjuran wudhu dirumah, ada hadist perbanyak jalan ke masjid tapi prakteknya nihil.

Ada aturan azdan itu dikeraskan/dengan pengeras suara sedangkan kutbah hanya speaker ruangan saja yang aktif, responnya? “wah ini islam liberal, konspirasi” , coba dengarkan jika dua masjid berdekatan lalu saat ceramah jumat kedua speaker luar diaktifkan, pastilah simpang siur berisik tidak jelas mana yang harus didengar.

Banyak orang semangat dirikan negara islam, kalo kata saya boro-boro mengangkat derajat islam, mengangkat dirinya agar mulia luwes bergaul dengan keragaman masyarakat saja belum bisa, emosional, tukang tuduh. Ajaran berbaik sangka nihil lagi.

Anak muda sibuk gaming, orang tua sibuk kerja, tokoh agama sibuk debat, di wall medsos ada status “coba tatap tulisan Allah selama 9 detik tanpa mengedipkan mata lalu alihkan pandangan ke tembok, apa yang terjadi?”, banyak sekali komen “subhanallah” padahal semua objek jika ditatap dengan lama ya pasti berbekas di mata. Hal-hal dungu seperti ini bahan tertawaan, memalukan ilmuwan-ilmuwan  muslim  terdahulu yang sering dibangga-banggakan.

Ada ikan corak warnanya mirip susunan huruf arab laku jutaan rupiah, ada awan berbentuk mirip tulisan arab heboh, batu akik bercorak arab heboh, kabah terlihat jelas dari langit heboh, ya iyalah banyak lampu, jika awan seperti hello kitty heboh kagak?

Bumi ini terhampar orang-orang cerdas, orang-orang yang memiliki akidah kuat, keyakinan kokoh bukan karna dihasut, orang-orang yang mampu membaca keajaiban alam dengan ilmiah bukan mengira-ngira jadi berhati-hatilah dalam sharing sesuatu di media sosial. Kebenaran mudah di dapat dan kebodohan menelanjangi dirimu sendiri, mendunia lagi.

Orang berjanggut, berdoa mengangkat tangan, pria bercelana diatas mata kaki, itu semua ada dalilnya.
ada komen “berjanggut tapi ngga tau ilmu tajwid”
Jadi harusnya gimana bro? jangan berjanggut kalo belum bisa ngaji?

Semua sunnah itu ada dalilnya, ada perintah berarti ada maksud.
Memang benar yang dibahas itu jangan hanya menjelek-jelekan perbedaan, membidah-bidahkan kelompok tapi coba bagaimana ekonomi islam kuat, islam mandiri. Saya setuju anjuran itu tapi anjuran sunnah dalam berpakain dan beribadah pun tak kalah penting. Apakah anda mau jika membeli mobil baru asal jalan saja? Sementara joknya keras, panel-panel dashboard mudah patah dan kusam? Anda pasti ingin mobil yang sempurna karna itu dibeli dengan susah payah tapi mengapa kita salat begitu-begitu saja?

Jika pemuka mengatakan riba itu haram, kredit itu tidak sah karna ada dua perjanjian lantas apa solusinya? Adakah jutawan-jutawan muslim memberi solusi? Mendirikan koperasi, Memberi kredit tanpa bunga? Jika tidak ada solusi ya tidak mungkin bisa diamalkan jamaahnya, wong hidup ngga ada alternatif lain kan?
Saya perlu motor buat jualan cuman punya sejuta buat dp, kl disebut haram trus harus gimana, ngga jadi sales, ngga usah jualan, istri mo dikasih makan apa?

Istilah-istilah terlihat keren kebanyakan malah dari negeri-negeri non muslim, go green, back to nature, safe our planet dsb padahal islam sudah menuntun hal-hal tersebut. Silahkan anda gugel apakah dibenarkan dalam islam mengurung hewan dan membiarkannya kelaparan? Bolehkah menyiksa hewan? Menyembelih dengan pisau tumpul? Apakah kekayaan alam boleh diolah oleh pribadi? Apakah nyamuk diciptakan tanpa tujuan?

Biasakan cermat dalam menyikapi sesuatu.
Mulailah dengan hal sepele namun penting seperti menggunakan kantong plastik bekas.
Hindari tergesa-gesa, memberi jalan bagi penyebrang.
Hindari pemborosan bbm walaupun kita mampu membelinya.

Selalu berdoa mendapatkan cahaya Allah swt, diberi kecerdasan dalam mengelola bumi, mensyukuri alam semesta ini.


golongan selamat

Tahun 2006 ada sebuah masjid baru di depan kontrakan saya.
Satu persatu teman bertambah dan tetangga menjauh :v. di masjid itu diajarkan cara salat berjamaah, cara menafsirkan agama dsb.
Saat saya mau solat di masjid itu tetangga bilang “eh salah, jangan solat disitu”, “disitu mah solatnya ngga pake bismilah”, “di situ mah ngga tahlilan” “orang-orang itu mah ngga ngehargain para wali”.

Saya hanya diam saja, bahkan mereka pernah sembrono bilang ajaran nabi isa itu ajaran untuk anjing.
Waktu tetangga saya meninggal karna kecelakaan, saya memang tidak ikut tahlilan tapi saya berkunjung kerumahnya.

Kawan saya yang bernama cecep bilang “jangan sakit hati, memang akhirnya orang-orang yang mencintai sunnah akan terasing”.
Cecep memiliki usaha pemotongan ayam , kadang saya melihat dia menyetir mobil bak dengan rak-rak penuh ayam siap potong. Dia pernah bertanya “riz, kalo thermolyte bagus ngga ya? berat badan saya tambah terus, sesek kalo napas”.

Walau secara ekonomi cecep berkecukupan tapi dia tidak gengsi jualan cilok di pintu-pintu pabrik dengan sepeda, bahkan pernah mau jualan di sekolah islam ternama tapi ditolak karna anaknya sekolah disitu.

Hampir setiap hari kami berkumpul di masjid itu, kawan saya jadi pengurus masjid, beragam profesi kawan2 saya, karyawan kantor, pabrik, pedagang jamu herbal keliling, pedagang di sekolah dasar dsb. Suatu waktu masjid itu direhab dan kawan saya sudah tidak bertugas lagi karna berbeda pendapat dengan pemilik yayasan.

Bertahun-tahun kami jarang bertemu satu sama lain, terakhir saya bertemu sang pengurus itu, saya tanya “cecep gimana ya kabarnya?”, dia menjawab “dia mah udah meninggal karna serangan jantung”.

Katanya hanya satu golongan umat islam yang selamat itu, yang mana yaa?

setiap ujian ada hiburan

Kedua anak saya sering bersepeda di dalam rumah lalu parkir dimana saja, pinsil warna, kertas gambar berceceran dimana-mana.  Saat  mereka pergi  dalam waktu cukup lama, barulah saya termenung…sepi yaa?

Waktu putra saya selalu ingin diajak pergi saya merasa biasa-biasa saja tapi sekarang putra saya sudah asik dengan kawannya, pc, ponsel bahkan gemar catur dengan orang lain.

Sering saya melihat putri usia sekitar lima atau enam tahun masih manja digendong ayahnya. Mereka menangis seperti putri saya jika ada keinginan, mereka ikut ayahnya ke mesjid dan saat ayahnya berdoa, kepala ayahnya ditutup mukena mungil mereka. Ayahnya tidak marah, setelah ayahnya berdoa mencium putri tersebut lalu menggendongnya. 

Keluarga itu harapan, jika keluarga hancur maka redalah harapan mereka.
Apakah suami akan semangat bekerja jika istrinya selalu sibuk dengan ponselnya? Ketus jika diajak bicara?
Apakah istri akan semangat senam jika ternyata suaminya kangen berat pada istri orang? :v

Jika nanti memiliki rumah sendiri, ingin saya mendekorasi dinding kamar putri saya dengan wallpaper biru corak bunga es “frozen”. Ada anak ada harapan.
Jika tidak ada anak, “ah ngapain beli sepeda mahal-mahal, toh anak dan istri udah ngga ada”, tidak ada keluarga ya tidak ada harapan. Betul kan?
Setiap ujian pasti ada jawaban, jika sekarang diuji kehilangan istri mungkin suatu saat diizinkan menikah yang kedua kali, betul kan?  :v

jihad

Samar-samar saya ingat memasang piringan hitam pada pemutar bermerek “grundig” yang sebesar bufet tv di tahun 80an. Saat smp/smu tahun 90an saya harus menabung untuk membeli kaset “bon jovi”, kadang membajaknya dengan menggunakan double tape. Sekitar tahun 1995 kadang begadang untuk menonton “alternative nation” di “anteve”. Sekarang sudah ada tv kabel, internet, ponsel  jadi  tontonan semacam itu sudah mudah dan tidak unik lagi.

Sebuah motor/mobil bisa terbeli dari hasil rekaman lagu, ujar tetangga saya yang gitaris sejak tahun 70an.
Sebuah rumah bisa dibangun dari hasil menerbitkan sebuah buku di tahun 70an, sekarang?
Suara drum yang bagus itu berawal dari drum yang bagus, posisi dan mike yang benar juga cara memukul yang benar tapi sekarang? Tinggal membuat skema “midi” di program pc misal lalu pilih ratusan jenis suara drum tanpa perlu sekalipun memukul drum.

Hasil rekaman atau cetakan dibajak dalam sekejap dalam bentuk digital dan jika bosan dengan mudah di “delete” dari pc atau ponsel.  Butuh biaya besar untuk merekam sebuah lagu/musik dsb, memerlukan pita yang mahal jadi seorang musisi/penyanyi/seniman perlu berlatih dulu sebelum rekaman, berbeda dengan sekarang merekam bisa dirumah bernyanyi empat baris “pause” tarik nafas lanjut “record” lagi ambil terbagus lalu unggah di youtube misal, mudah terkenal tapi mudah juga dilupakan karna ada jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia memiliki skill yang sama.

Hampir semua manusia mengenal “bethoven” kenapa? Karna sesuatu yang dibuat tidak dengan asal-asalan pastilah akan gemilang.
Hampir semua orang mengenal pyramid, candi borobudur, lukisan monalisa dan karya-karya fenomenal lainnya, sementara karya masa kini mana yang fenomenal? “windows” bill gates mungkin.

Dalam dunia fotografi pun sama, pada era manual dulu perlu  biaya untuk mencuci, memilah, mencetak foto lalu orang tua kita memajangnya, menyimpannya dalam album dan awet belasan tahun. Kita bisa tahu waktu perayaan usia balita ulang tahun dulu.

Untuk membuat secangkir kopi di tahun 80/90an dimana kompor gas masih jarang, perlu sebatang korek api, kompor minyak tanah dan sebuah panci tapi sekarang hanya perlu dispenser, bahkan anak seusia sd sekarang belum mengerti bagaimana ada air panas dikamar mandi, semua tinggal pasang baik pemanas air bertenaga matahari, gas dsb.

Dalam dunia otomotif juga banyak contoh, mobil eropa/amerika tahun 80/90an plat bodynya 08mm berbeda dengan mobil sekarang yang plat bodynya 0,9mm, tujuannya agar ringan dan ekonomis. Memang mobil sekarang dari segi performa lebih gesit dan irit. Jika anda memiliki sedan tahun 70an seharga rp 50juta lalu dicuri, pastilah akan merasa kehilangan karna sulit lagi mencari pengantinya, berbeda jika anda kehilangan sedan keluaran tahun 2000an walaupun lebih mahal tapi masih banyak penggantinya.

Setiap generasi memiliki keunikan plus minus tapi yang saya rasakan generasi sekarang itu terburu-buru baik secara fisik maupun psikis, saat di jalan raya sepertinya rugi besar jika berhenti sebentar lalu mempersilahkan orang/kendaraan menyebrang.

Karna stress dijalan maka hidup rendah adab, jalan toll dijadikan ajang balap misalnya, ini contok fisik yang jelas kentara sementara contoh psikis yaitu rendahnya tingkat rasa sabar dalam berusaha, berwiraswasta misal kurang tekun sabar meniti setahap-demi setahap.

Anak-anak muda yang sukses mendirikan perusahaan baju, tas, kuliner banyak juga tapi lebih banyak lagi yang asal-asalan dalam hidup, mengunakan waktu seenaknya, membelanjakan uang penuh nafsu padahal barang yang dia beli tidak mengubah/memperbaiki hidupnya.

Semua kembali pada bagaimana kita menghargai hidup ini, jika musisi klasik dahulu menciptakan lagu melegenda mendunia karna bersungguh-sungguh dan karyanyapun tidak sembarangan orang mampu mainkan. Jika orang-orang abad 17/18 mendekorasi bangunan begitu megah dan unik sehingga menjadi impian tujuan wisata jutaan orang. Jika nenek moyang kita meracik “rendang” dengan begitu teliti sehingga makanan ini terkenal ke luar negeri?, 

Semua terjadi karna kita sungguh-sungguh dan menghargai hidup ini

akhir zaman

Katanya kami hidup di ujung jaman, cirinya kami berbeda-beda dan merasa paling benar. Jangankan dengan atheis, seagamapun bisa saling fitnah.
 “benar salah itu harus versi Tuhan”
“benar salah itu bisa versi manusia”.
“harus patuh pada pemimpin selama tidak mengajak kerusakan”
“tidak wajib patuh pada hukum buatan manusia”.

Korbannya adalah orang awam, remaja dan cucu-cucu kami. Mereka tidak tahu pelajaran, hiburan, berita  itu bermanfaat atau tidak. Rakyat pintar bisa saja dibodohi apalagi rakyat sedikit pintar.
Pemuka agama berfatwa dibenci, seniman nyeleneh disukai, pemuka agama dipenjara tidak peduli.
Mengaku budayawan tapi merendahkan martabat
Mengaku cendikiawan tapi memusnahkan peradaban

Ilusi demokrasi....
Kami  memilih pemimpin yang  terlihat baik tapi apakah kawan-kawannya baik?
Kami memilih pemimpin yang terkesan jagoan tapi bisa saja banyak penjahat yang berlindung padanya.

Katanya Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling mengenal tapi seringnya perbedaan malah memisahkan.

Waspadalah  oleh tren yang terjadi dan prestasi-prestasi kecil dari dusta besar.
Pembunuh berjanggut adalah virus harus diberangus mati disebar dimedia.
Menjual kekayaan alam dengan licik, membiarkan rakyat hidup seadanya, bukankah pembunuh bangsa?

Muslim percaya, Tuhan itu Allah swt. KuasaNya mampu mengubah nol menjadi satu, kosong menjadi isi, ghaib menjadi rupa tanpa terikat hukum alam, waktu atau unsur apapun hanya dengan “kunfayakun” jadilah....karnanya semua ini ada Hakimnya, tak ada satu atompun yang tak diketahuiNya.

Muslim itu tidak akan bermain-main dengan amanah dan ancaman Allah swt.
Muslim itu tidak akan menukarkan akidah dengan alasan devisa, kearifan lokal. Apalah artinya disebut arif skala lokal tapi porno, vulgar, mubazir, hina secara semesta.
Muslim itu siap ditinggalkan, dikucilkan, toleran bukan kebablasan, memegang kebenaran bahkan dengan geraham apapun resikonya.
Muslim itu tidak menertawakan kebodohan atau tertawa bersama orang bodoh apalagi tertawa karna berhasil membodohi bangsanya.
Muslim itu mengejar ilmu agar bisa menentukan mana manfaat mana mudharat.
Muslim tahu pasti mana harta fana mana siksa selamanya.

Apakah iman kami kuat sehingga kami diberi ujian fitnah ini?
Apakah dosa kami begitu berat sehingga pantas menikmati huru-hara akhir jaman?

double personallity

Sometimes i dream what if  when i wake up in the morning, suddenlly i become a woman? Woman’s body with men’s feeling, sound’s odds right?

I’ve ask my work partner about this then i asked her “how if you become a men in the morning just after woke up with women’s feeling?”
She replied “maybe i will be real men”, then i ask second question “will you interested with women if your feeling still women’s feel?”, she replied “of course i will”.


I didn’t get what i want that time coz, if i became a women with men’s feel, i will feel frigid if a men touch me.
I feel sick if men ask me to date for example coz it’s impossible to falling in love with a man even my body has change to woman’s body because my mind still men.

The case will be much different if someone has really want to change their gender or has dreaming for along time to be a transgender.
She/he must have double personallities.

In my opinion, all of man has another personallity either his/her true personallity.

If men love to dance that’s means he has a little bit feminime  interest but still in normal corridor as long as he do not use charming/cute make up or want to looked girly.

If women love to figthing such as karate for example that’s means she has a masculin space in her deeply heart to protect herself as a selfdefences.


Pour some sugars on black coffee to make it delicious.

karir

karir
Karirnya berawal sebagai sales cat duco, karna penjualan meningkat beranjak menjadi supervisor. Posisi manager hadiah atas kesungguhannya bekerja, sebut saja Adi.

Salah satu pelanggan, sebut saja pak Doris, suatu waktu mengundang Adi berkunjung kerumahnya, disana Adi diakrabkan dengan putrnya yang sering belanja cat ke toko Adi bekerja.

Putri pak Doris kita sebut saja Rani, gadis cantik pemalu mahir memasak, saat Rani sakit pak Doris menyuruh Adi untuk mengantarkannya ke dokter.

Pak Doris : “anak saya cantik ya, suka kan?”
Adi : “wah, saya mah tanah dan bapa langit, saya ngga punya apa-apa”
Pak Doris : “jangan begitu, semua manusia sama derajatnya, harta hanya titipan”

Lajang mana sih yang bisa menolak tapi pak Doris itu orang terpandang karna ilmu agamanya dan tanahnya hektaran di tepian jalan tol juga tersebar di tempat-tempat lain.

Karna pak Doris merasa sreg dengan Adi dan sudah kenal lama sejak Adi masih menjadi sales hingga manager, akhirnya pak Doris menganjurkan Adi menikah dengan Rani.
Tahun 2006 Adi meminang Rani dengan 117 gram emas sebagai mas kawin dan pihak pengantin putri merogoh kocek rp 35 juta.

Adi berhenti bekerja dan merantau ke kota K untuk membuka toko cat, modal awal rp 150 juta pinjaman dari pak Doris dan tak lama kemudian modal itu berhasil dikembalikan. Toko itu masih mengontrak namun mereka sudah mampu membangun rumah seluas 500m2 dan mencicil dua “honda jazz”, dua motor “ninja” dan sebuah motor matic.

Mereka dikaruniai tiga buah hati, awalnya kadang-kadang Rani pulang ke kota T untuk menemui orangtuanya dan menginap disana. Lama-lama Rani semakin sering dan akhirnya anak-anak sekolah di kota T. Sudah dua tahun Adi dan Rani pisah ranjang tapi hal itu dianggap biasa oleh Pak Doris, sebagai ahli agama harusnya Pak Doris tahu kewajiban istri terhadap suami.

Suatu waktu orang tua Adi di rawat di rumah sakit di kota Y, Rani besuk dengan temannya Adi yang sebenarnya dilarang oleh Adi karna teman itu mata keranjang. Rani dan teman prianya hanya besuk selama  3 menit tanpa memberikan amplop sama sekali. Adi naik pitam, “jazz” Rani digoyang-goyang hingga hampir terguling.


Rani seringkali bicara “silahkan ayah cari lagi istri yang betah tinggal sama ayah” lalu Adi menjawab “hati-hati mama bicara... ntar diaminkan malaikat”.

Ada seorang janda yang pernah mengecat bagian mobilnya pada toko Adi, mereka akrab dan awalnya Adi jalan atau makan bareng hanya untuk mengetes apakah Rani akan cemburu?
Ternyata Rani melayangkan surat gugatan cerai, jadi sepertinya Rani sengaja mencari celah untuk berpisah dengan Adi.

Tahun 2010 saya bereksperimen mengecat sendiri corolla 75 saya dengan berbelanja di toko Adi, tahun 2015 saya perlu lagi membeli cat tapi toko itu selalu tutup.

Akhirnya saya mendatangi sebuah toko cat baru yang dagangannya masih sedikit, ternyata saat saya sahut, Adi yang keluar dari pintu dengan berpeci, dari situlah kisahnya mengalir.

Tujuh juta rupiah/bulan uang belanja yang Rani dapatkan dari Adi, bersih diluar cicilan atau kontrakan. “Wah istri cantik, punya toko, bisa nyicil jazz, sedangkan saya? upah tergerus kontrakan, mobil bermasalah, kusam, tanpa ac, sepertinya bumi ini sulit dimengerti”...kadang seperti itu saya berpikir.

“Setiap insan dapat satu peranan....” kata pakde Ahmad Albar

Setelah bercerai kadang Rani mengintai di depan toko Adi yang baru, 15 sms lebih Adi dapatkan/hari dari Rani tapi tidak Adi balas.

“nggak kangen gitu sama anak-anak?” saya bertanya...tak ada jawaban, hanya ada pemandangan seorang pria cukup kekar berkalung rantai metal dengan mata berkaca-kaca lalu tetesan berjatuhan dari kedua ujung matanya.
“saya ke rumahnya juga pintunya ngga dibuka” akhirnya Adi menjawab


Semua harta seperti mobil, isi toko, perkakas diserahkan pada Rani, Adi berucap “saya bekerja karna Allah dan untuk keluarga, ambil semua harta ini, saya hanya perlu sebuah sepeda motor”, akhirnya Adi diberi sebuah “ninja” dan uang tunai beberapa ratus ribu rupiah, bpkb itu dilempar oleh Rani tapi Adi tidak terpancing emosi.

Hasil penjualan “ninja” digunakan untuk mengontrak toko baru dengan tarif sewa 15jt/bulan, sisanya membeli cat alakadarnya belum ada kompresor, etalase dan rak. Adi hanya memohon sehabis salat “Ya Allah saya tidak takut ditinggalkan kawan atau harta, saya hanya memilikiMu”.

Kabar tersiar Adi main wanita hingga usahanya bangkrut hingga pemasok-pemasok cat enggan bekerja sama lagi. Ibu pemilik kontrakan meminjamkan dua etalase, kawannya memberikan dua buah kompresor dan kawan lainnya membuatkan dua rak dari besi gratis.

Saat saya mendengar Adi bercerita turunlah dua bocah dari sedan mungil, memberi Adi makan siang, ternyata Adi menikahi janda yang dia ceritakan itu. Sang Pengganti tersenyum segar, dark eyeliner, wajah bening..foto janda itu kini di meja kerja Adi dan satu foto gadis mungil berseragam taman kanak-kanak...putri Adi dari istri pertama.

Kawan saya ada yang pekerjaannya sales panci, sales tembakau yang memasok warung-warung kecil di kampung-kampung. Ada juga sales plastik membawa orderan empat karung plastik dengan sepeda motornya menempuk jarak puluhan kilometer.

Sebagian orang bertahan bekerja walau jenuh cape tapi harus dilakukan semua demi keluarga. Bukan satu kali saya melihat sales bermotor jatuh dari sepeda motor. Jika anda sekarang sedang dekat dengan istri orang ^_^ coba deh jangan sampai terlanjur memes eh sayang, selain akan mengacaukan pernikahan anda juga menghancurkan perasaan suaminya.

Ada istilah bekas istri
Tidak ada istilah bekas anak.
Anak kandung....darah daging berunsur DNA sama, karnanya rindu bagai mengalir dalam darah, orangtua angkatpun tidak berhak menikahkan putrinya dalam ajaran islam.

Mungkin istri baru anda sekarang lebih muda..lebih cantik, lebih kaya tapi...
Anda tentu tak lupa berkeringatnya hidung istri anda dulu karna motuba anda tanpa ac, anda tak akan lupa riangnya buah hati anda walau makan di kaki lima...taman gratisan
Kebahagian itu tanpa syarat... kadang gengsilah yang membatasi


Jika anda membaca tulisan ini bersebelahan....peganglah tangan istri anda
Jika anda bisa memandang buah hati anda kapan saja...bersyukurlah
Yang bersebelahan sesama cowo? Jangan terpikir mencoba birahi ganjil kecuali anda berniat melegalkannya di Belanda xixixi

Dua buah hati saya berputar-putar dengan sepedanya di dalam rumah, saya nikmati saja, bagi ibunya itu mengotori lantai....bagi saya itu mewarnai hati..karna banyak orang
sudah bercerai hanya bisa merindu tanpa mampu bertemu.

Anda tak akan tahu sunyinya sepi sebelum mengalami kehilangan.


Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design