monolog blog

cerita hujan

Malam minggu itu hujan deras, menepilah di warung kopi. Ada roda penjual batagor, setelah dicicipi tidak manis gurih pedas atau asin,biasa saja. Lalu ada orang berbicara dengan logat khas orang timur. Dia ternyata berjualan baso mengontrak di sebelah supermarket “jogja”.

Seperti saya duga kontrakannya mahal rp. 2,5 jt/bulan belum termasuk pam dan listrik, basonya bikin sendiri. “baso itu kalo beli pas ntar abis gimana?” ujarnya. Sehari laku 100 mangkuk lebih dengan harga rp. 9.000/mangkuk. Tanggal tua atau muda selalu habis, ada rasa pasti dikejar.

Saya jualan sop iga + nasi + kerupuk rp 20.000, setiap tanggal tua, hari sabtu dan minggu sepi.
Penjual baso itu bagi saya orang hebat, selama hampir sejam saya berbincang tidak pernah mengeluhkan pembeli sepi, harga bahan baku atau bbm naik.


Pekerja keras/cerdas akan kuat/cerdik pasti bisa mengikuti perubahan.
Pekerja malas/asal akan lemah/buntu menghadapi perubahan. Kadang kita mencari alasan atau pembenaran atas nasib yang kita alami.
Saat dagangan sepi kita berujar “daya beli masyarakat rendah, karna bbm naik atau ada saingan di kanan kiri. Menyalahkan keadaan tidak mengubah keadaan, mengakali keadaaan itu yang harus dilakukan.


Jam rolex bekas harga bekasnya 10 jt rupiah keatas, tas wanita louis vitton yang ukuran sedang harga bekasnya 3 jt keatas, berapa harga barunya?. Barang-barang ini tidak akan laku dan mendunia jika pencetus ide awalnya pesimis “wah kemahalan nih kayanya, banyak pesaing nih di bidang tas/jam atau sepertinya ini ide gila dst”.

Percaya diri menetapkan harga, berani inovasi, menjaga kualitas, pasti akan dikejar dan menjadi trendsetter/pusat perhatian.
Solusi itu tidak usah muluk-muluk, dimulai sederhana dari hal kecil. Saya sekarang membuat menu baru “karedok”. Lumayan laku walaupun akhir bulan.

Bila penghasilan kita begitu-begitu saja bisa jadi ilmu dan sedekah kita begitu-begitu saja.
Bila harapan kita tipis bisa jadi iman kita tipis, tidak percaya Yang Maha Kaya itu adil.

Tadinya saya bekerja akan membawa roda empat tapi biarlah walau basah kehujanan sembari menjepit kasur busa mini untuk si bungsu, saya rela karna selalu ada hidayah dalam setiap kejadian.

cinta

Mendengar kata cinta?
Senyum atau sinis?
Yang sinis? Mmm belum bisa mup on
Yang senyum? Itulah orang sok bijak ^_^


Saya bukan nice person to talk
Atau romantic men to love
Bukan juga hypnotic intelligent to discuss
I’m only ...dipercaya sukur ga di denger ywdah ^_^


Setiap takdirNya saya percaya itulah cintaNya
segersang-kerontangnya tempat, saya percaya ada air

Teman, sahabat, special mate, datang silih berganti
Walau semua temporary tapi sambung menyambung mengisi kosongnya hati


Orang yang saya tak bisa lupakan mungkin sekarang tak mengingat saya lagi
Orang yang dulu saya pikirkan sekarang malah tak ingin mampir walaupun dekat
Orang yang dulu selalu mengisi otak
Mungkin sekarang sedang mengisi cangkir teh untuk kekasihnya ...aduh


Tapi kita pernah merasa sangat nyaman pada suatu tempat dan waktu itu sudah cukup
Bersyukur telinga saya pernah dipercaya
Senang ucapan saya pernah berbekas
Tanpa melewati itu semua saya tak akan terinspirasi dan berpikir seperti ini

Naon sih ^_^

dengarlah matahari

Jika ada orang berpakaian sangat mewah karna berharta
Yang salah orangnya atau hartanya?

Jika ada orang sibuk dengan kegiatan sia-sia
Yang salah orangnya atau usianya?

Jika ada orang bicara berlebihan
Yang salah orangnya atau kesehatannya?

Jika ada orang bersedih berkepanjangan
Yang salah orangnya atau takdirnya?


Manusia diberi akal untuk hidup lebih baik
Manusia diberi nafsu untuk hidup bersemangat
Manusia diberi nurani agar mawas diri
Manusia diberi iman agar selamat dunia dan akhirat


Hidup tidak bisa mengandalkan belas kasih
Bantuan tak selamanya beres dengan mengucapkan terima kasih
Berkabung tidak cukup hanya dengan ucapan belasungkawa

Memang senyum itu sedekah
Apakah anda terbantu saat memerlukan bantuan lalu orang yang anda minta bantuan hanya senyum-senyum saja?


Mampukah kita membangun rumah sakit murah?
Mampukah kita membangun sekolah agamis gratis?
Apakah para guru dan perawatnya tak perlu diupah?
Bagaimana semua itu terwujud jika seseorang bercita-cita tidak ingin kaya
Hanya ingin dicukupkan kebutuhan pribadinya saja

Dermawankah orang seperti itu?
Hartawankah orang seperti itu?
Berpengaruhkah orang seperti itu?
Egois pasti iya


Doa dibuktikan dengan usaha
Teori dibuktikan dengan praktek
Iman dibuktikan dengan keyakinan
Sabar dibuktikan dengan baik sangka


Orang yang tidak ingin kaya adalah orang yang tidak ingin mengayakan orang lain
Orang yang tidak ingin pintar adalah orang yang tidak ingin mencerdaskan orang lain
Orang yang merasa hidupnya sudah cukup adalah orang yang menutup dan membatasi potensi diri.
Orang yang tidak ingin menjalani suasana baru adalah orang yang tidak membawa pembaruan pada lingkungan bahkan dirinya sendiri

Bagaimana kita bisa menyelamatkan agama kita jika kita terengah-engah menyelamatkan kebutuhan pribadi?
Bagaimana kita membantu kesulitan ekonomi orang lain jika ekonomi kita sendiri tidak berkembang
Bagaimana kita menyediakan asupan dan pakaian untuk seorang bayi jika kita sendiri tak berpakaian?
Bagaimana kita mampu mengurus hajat suatu umat jika materi kita hanya cukup bagi diri sendiri?

Hidup sederhana bukan berarti hidup kekurangan
Hidup seperlunya bukan berarti memelihara kemalasan


Orang yang pendapatannya begitu-begitu saja bisa jadi ilmunya itu-itu saja
Orang yang pikirannya begitu-begitu saja bisa jadi pencarian ilmunya alakadarnya

Allah swt maha kaya, kejarlah kekayaan di jalan yang diridhaiNya
Allah swt maha tahu, kejarlah ilmu menyebarkan ajaranNya
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah swt untuk mengabulkan cita-cita mahlukNya
Sangatlah mudah bagi Allah untuk membuka jalan bagi mahluk yang selalu mendekat padaNya.

Dia berlari saat kita berjalan, Dia bersama saat kita mengingatNya

demam elektronik

Kawans dulu waktu abg kena demam elektronik?
Rakit power ampli + bikin box speker kustom. ACR, audax, cannon dst ingat?.
Speker audax temen ane dibeli tahun 1997 dan hingga sekarang masih nendang sementara compo lg ane dibeli tahun 2004 tahun 2010 sudah pecah baik tweeter dan woofernya.
Mana yang bagus? Barang zaman orba/jadul atau barang masa kini?

Tahun 2000an berbagai majalah pc adu banding mana prosesor terbaik, intel vs amd. Kedua processor itu diuji salah satunya dengan menjalankan game 3d seperti “quake 3 arena” dan software2 lainnya.

Intel secara umum menang dalam berbagai test game tapi amd pun tak kalah cepat dalam software kantoran juga software audio recording & editing.
Intel suhunya stabil, perlu power kecil sedang amd rentan panas dan perlu power supply lebih besar.
Amd perlu mainboard, kipas dan blok pendingin memadai.

Media kredibel itu independen tidak menggiring hanya memberikan ulasan.
Intel memang lebih banyak memenangkan untuk beberapa kategori, tapi ingat proc kelas dua intel yaitu celeron yang harganya setara dengan proc  amd, kinerjanya payah jauh dibawah proc kelas dua amd.

Processor Intel pentium 4  1,8ghz seharga sejutaan saat itu
Inter celeron 1,7ghz seharga rp 700rb
Dan duron 1 ghz hanya 500 rb rupiah padahal proc ini kelas duanya amd seperti  intel celeron tapi kinerjanya cepat baik game ataupun aplikasi kantoran.

Akhirnya mana yang baik, intel baik tapi harganya dua kali lipat proc amd.
Amd juga baik tapi dengan harga yang cukup murah konsumen mendapatkan value.
Jadi amd mendapat predikat best value juga best performa dalam beberapa aplikasi.

Kembali ke elektronik, Power ampli dan speker rakitan jatuhnya lebih mahal, lebih buruk penampilan ^_^  tapi lebih awet dan power lebih besar.
Merakit sound sistem stereo rumahan dengan power 50watt x 2 dengan harga saat ini, sekitar rp 800 lebih. Dengan dana segitu anda bisa mendapatkan speker aktif dengan merek altec lansing, edifier, fenda atau sonic gear dst dengan fasilitas usb/mini card reader, remote bahkan blutut.

Semua ada plus minusnya, tapi sekedar info speker altec lansing saya yang dibeli tahun 2001 masih jalan hingga sekarang dan dipakai oleh kakak. Ada harga ada kualitas tapi tidak selamanya harga mahal berkualitas dan harga murah tidak berkualitas.

Semakin bertambah usia dan wawasan, idealnya semakin netral/bijak dalam menilai sesuatu. Hingga saat ini masih banyak orang berdebat tentang mobil 1000 cc dengan 2000cc. mobil niaga  dengan sedan. Merek asia , eropa dan amerika dsb.

Dari kota bandung ke jakarta menggunakan sedan 1000 dan 2000 cc, manakah yang lebih cepat? Bisa saja keduanya sama cepat, stabil dan nyaman? Semakin besar kapasitas mesin maka akan semakin berat mobil dan semakin tenang merespon keritingnya jalan tol kita yang masih kasar.
Ibarat ke ostrali pake kano dan pake feri, mana yang rentan terombang-ambing ombak hehehe.

Tapi setelah sampai kota jakarta yang panas dan macet, manakah yang sesuai untuk kondisi seperti itu, ya mobil ber cc kecil jawabannya.

Mana yang terbaik, tergantung kebutuhan pribadi dan kepuasan batin masing-masing.
Jika anda membeli mobil tahun 94 seharga 30 jt rupiah lalu beres-beres sekitar 10 jt, maka anda mendapatkan mobil sehat tahun 94 seharga 40 jt rupiah.

Jika anda membeli mobil tahun 94 seharga 60 juta rupiah lalu beres-beres sekitar 10 jt rupiah berarti anda mendapat mobil sehat tahun 94 seharga 70 jt rupiah.
Tidak perlu fanatik pada suatu merek.

Lucu kan seumur hidup tidak mau kecap “bango” harus “abc” padahal sama sama dari kacang kedele,
Saya mah santai aja orang lain beli sony “bravia” atau sharp “aquos”, saya beli lcd sanyo yang 500rb lebih murah.

masih sayangkah Dirimu?

Percaya baca…tidak percaya tinggalkan, simpel kan?

Bumi itu ibarat sebutir kelereng dan matahari sebuah bola basket, jarak matahari dan bumi jutaan kilometer. Jangankan bertabrakan, jika matahari semakin mendekat maka hanguslah bumi menjadi abu atau menghilang sama sekali.

Sangat lancang jika manusia menentang terang-terangan Sang Pencipta, membuat hukum sendiri, menentukan benar salah menurut hawa nafsu, bukan pada ajaran agama, agama yang diridoi yaitu islam.

Arah bangsa ini semakin tak jelas, penceramah yang menyampaikan kebenaran, mengingatkan parasitnya bid’ah, ancaman Allah akan pelaku syirik disebut pengganggu stabilitas bahkan dipenjara. Media pembuka cakrawala agama dan etika malah dibatasi dan dicurigai. Pemuka agama mengamalkan sunnah agama seperti poligami malah di bully bahkan ditinggal.

Sementara orang yang mengeruk keuntungan dengan berdusta untuk memancing tawa semakin terkenal. Orang yang memperolok cacat seseorang malah semakin laku padahal tanpa disadari dia telah memperolok Sang Pencipta. Bahkan saat dia wafat banyak sekali orang meratapi, mengenang secara berlebihan, mereka berargumen  bahwa dia memang layak karna disukai orang banyak …. Naudzubillahimindzalik bangsa ini telah terbalik.

Apakah karna seseorang disukai pasti benar di mata Allah?
Benarlah apa yang diperingatkan nabi “bahwa islam itu awalnya asing dan akan berakhir asing”.

Para pemimpin bangsa ini pun belum memberikan harapan, kebijakannya semakin memprihatinkan, keadilan hanya wacana, penabrak yang telah menghilangkan nyawa dibebaskan, penjual racun kimia malah dimaafkan,  kata apa lagi selain pengecut? konon tanah ini mengandung emas senilai trilyunan rupiah tapi hutangpun semakin bertrilyun dan rakyatlah menanggung dengan segala beban pajaknya.

Apakah kami termasuk orang yang akan mengalami huru hara kiamat ya Allah?
Apakah ini hadiah atas sujud-sujud kami yang tak dihiasi konsentrasi?
Apakah ini upah sedekah yang selalu kami tangguhkan dan berjumlah sedikit dan bahkan bercampur riba?

Apakah mulut kami yang munafik masih didengar ya Allah?
Apakah taubat kami yang ingkar masih dimaafkan ya Allah?
Sebegitu hinakah kami  pekat dengan maksiat, bangga dengan riba, menyepelekan makruh sehingga pantas mendengar terompet sangsakala?

Jika pemimpin kami biadab dan kami membiarkannya memang pantas kami diazab
Demi Allah, saya tidak memilih mereka ya Rabb
Demi Allah saya akan menuntut mereka dihadapanMu
Demi Allah jika sedetik saja mendukung mereka..lelehkan saya di dasar jahannam

Ya Allah yang maha pemaaf
Jauhkan masa senja renta orang tua kami dari kacaunya hari kiamat
Jauhkan anak balita kami yang tak tahu menahu dari mencekam tabrakan semua planet ini
Amankanlah orang-orang yang dini hari mengumandangkan adzan
Amankanlah orang yang sepuh namun aktif mengurus kurban
Selamatkan orang miskin namun pantang untuk meminta
Ringankan hisab istri-istri yang patuh setia pada suami walau dalam keterbatasan materi
Tegakkan hukum yang Kau ridhai


bully boy

Karna sering bertemu di masjid, akhirnya kenalan, ternyata dia hendak berhenti jadi karyawan dan menawarkan pekerjaannya pada saya. Lumayan nih kerja dua tempat.
Kerja sendirian dengan ruang 4 x 6 meter, lcd, ac, pc dan alat bantu dengar.

 
Ada sepasang suami istri membawa gadis sekitar 7 tahun, anaknya cantik, ibunya menarik, ayahnya pendiam. Mereka mencari alat bantu dengar yang cocok. Setelah di ukur dengan alat kepekaan pendengaran/audiometri, wah kepekaannya hanya 50%.Coba alat ini dan itu akhirnya terpilih salah satu alat.


Ayahnya penuh iba dan sayang “neng, bener enak pakenya?”, karna pendengarannya terganggu bicara pun gagu. Ibunya ramah riang malah lebih banyak bertanya, dia bertanya “alat itu bisa membantu menyembuhkan?”, saya jawab “ya tidak dong bu tapi berdoa aja mudah-mudahan gangguan pendengarannya hanya karna cairan atau ada serat-serat otak yang tersumbat, dan mudah-mudahan lancar.”

Pernah juga saya survey ke sekolah luar biasa dan menanyakan alat bantu dengar yang mereka pakai, tapi berhubung kebanyakan orang tua murid dari ekonomi lemah ya tidak pakai alat bantu dengar. Bahasa tubuh yang diajarkan dan umum dipakai.
Ujian manusia berbeda-beda, saya pernah beli mobil bekas dari seorang pedagang, showroom.

Saya waktu itu mencari alamatnya dengan sepeda motor di  selatan kota bandung yang rawan banjir dan jalan buruk, pas  ketemu rumahnya “wah rumah luas, jualan mobil dan karyawan bank pula”, sementara saya pake motor boncengan dengan anak istri meliuk-liuk di kubangan jalan.

 
Pas di ruang tamu ada anak gadis sekitar 8 tahunan tapi merangkak, ternyata kedua kakinya kecil dan lemah.  “yah cocobi kang/yah cobaan kang” ujarnya. Walau pedagang saya dapat harga lumayan murah, pajak isi, mesin sehat, body wajarlah kusam namanya mobil tua.

Saya menekankan pada istri untuk tidak banyak cerita tentang anak saat berkumpul dengan teman-temannya, misal berkata “wah anak saya setahun sudah bisa jalan, tiga tahun sudah bisa baca huruf, gambar, berhitung dsb” saya katakan padanya jangan sampai kebahagiaan kita menjadi kesedihan bagi orang lain. Kita dititipi buah hati membuat kita lupa diri.

Di rumah saya dulu ada mushala kecil yang selalu sepi, hanya pak rt dan jamaah berdua atau bertiga yang setia shalat, kecuali maghrib agak banyak sekitar 10 orang.

Ada seorang anak yang selalu datang lebih awal, menyalakan ampli speaker, lampu, kipas dsb. Saat subuh pun dia lebih pagi dari pak rt.  Dia mudah sekali dinasihati, seperti “dek kalo salat berjamaah berdua, kamu sejajar sama imam”. Kadang saya titip pesan “dek, nanti saya tidak akan kesini, daripada kamu salat sendirian mending salat di mesjid rt sebelah saja”.


Suatu waktu dia sudah tidak pernah terlihat, lalu tetangga saya berujar  “kan dia sudah lulus SLB dan pindah kota!”

another side of oldman

Bila ada waktu luang, sempatkanlah duduk2 bersama dengan org yg berbeda usia dan profesi.

Kadang2 sehabis sholat berjamaah saya suka berbincang-bincang dengan pak rt, dia berusia sekitar 70an lebih, buka mata, telinga dan tutup mulut biarlah dia yg cerita masa mudanya, pekerjaanya dsb.

Waktu itu kita membahas jam dinding mushalla yg rusak, dia berkata jam itu bisa diperbaiki mesinnya ganti saja dengan merek seiko, saya senang sekali mempelajari bagaimana seseorang bereaksi tehadap masalah, kalau kita2 yg masih muda biasanya berpikir "ah jam murahan buang saja, ganti, beli baru beres". Tapi bagi pak rt yang pada masanya jam itu cukup mahal dan kualitasnya baik maka pendapatnya akan berbeda dengan kita2.

Bila kita lebih sering bergaul dengan orang yg sehobi dengan kita misal hobi ponsel, fotografi, motor, mobil dsb biasanya kita akan terus menginginkan benda yg tidak kita punya. Memang tidak salah hidup semakin sempurna dengan semakin canggihnya alat yg kita miliki, tapi ada orang yg telah menafkahi anak cucu bertahun-tahun dengan profesi yg mungkin kita jarang sadari.

Dirumah saya sudah tak terhitung jam dinding yg dibuang karna rusak, magic com, kipas angin,printer dll. Saat hari libur kadang saya jalan2 ke tukang loak disana banyak terdapat panci2 magic com, kipas angin bekas, blender bekas, oleh mereka diperbaiki dan dijual, anda tahu mengapa mereka melakukan hal itu? Ya untuk mengais rezeki.

Dulu pernah saya servis sepeda dengan tekun dia menyambung rantai-rantai bekas, ganti kawat rem dan hanya meminta jasa rp 12.500, juga kemarin sy baru servis sepeda anak saya hanya rp 10.000, ternyata banyak sekali orang yg mengais rezeki dengan tekun, teliti, tidak serakah, sabar, sedikit demi sedikit.

Kita generasi muda yang berpendidikan dan dimanjakan oleh fasilitas kadang2 mudah menggerutu, curhat di wall jejaring sosial, harusnya kita malu generasi orang tua kita dulu tak kenal motivator2, kata2 mutiara, situs2 iptek dsb tapi mental mereka laksana baja yg semakin kokoh dan bersinar melahap masalah.

Ilmu tidak selamanya disampaikan oleh guru, dosen, rektor juga pengamat2 ekonomi, politik di tv misalnya, ilmu bisa dilihat, dirasa, diresapi oleh siapa saja, lewat tukang loak, tukang servis payung, tukang servis jam tukang sol sepatu dsb.

Bila teori didapat dari buku2 yg berjejer di sekolah2, kampus2, dsb, maka alam semesta ini adalah laboraturium raksasa gratis tempat praktek tiada henti
Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design