monolog blog

cermin

cermin


cermin

sebagai penulis terlepas dari profesional atau sekedar hobi, harusnya bisa menelurkan sebuah cerita walau hanya melihat sebutir telur misal, kali ini saya terilhami dari sebuah foto yang saya ambil, kursi dan kaca.

setiap hari saya bercermin, memperhatikan rambut, wajah dsb. saat menyisir merapikan rambut saya tidak pernah berpikir "bagaimana yaa hidup ini agar rapi?", "bagaimana jadwal pekerjaan saya agar tidak berantakan, mudah dikerjakan dan tentunya orang lainpun puas/merasa terbantu dengan kehadiran saya".


saat saya cemas "koq ada jerawat sih padahal saya ngga pernah begadang?" tapi saya tidak pernah cemas jika saya selalu menyajikan wajah cemberut pada orang lain.

begitu pula saat saya memoles uban dengan warna fav "red burgundy", saya tidak menyadari uban adalah peringatan semakin bertambahnya usia dan jatah hidup bisa berhenti kapan saja, saya bukan anak muda lagi.

katanya semangat harus muda tapi seringnya kita mencari alasan saat tidak bersemangat dan membenarkan diri saat kekanak-kanakan. kita menyalahkan cuaca "wah panas, mendung bikin lemes ngga bisa konsen dsb, ah wajar dong saya marah keluar kata-kata kotor, namanya juga kalap".

memang kesabaran itu tidak ada sekolahnya dan kemuliaan itu tidak ada kelulusannya sebelum kita terlentang tak bernafas.

pernahkah kita mendengar, seseorang diberi gelas profesor kesabaran? doktor di bidang harmonisasi rumah tangga. psikiater ada, juru bicara perdamaian ada tapi belum tentu mereka bebas dari perceraian rumah tangga, ya kan?

mungkin anda bisa berkata "ah, non eh mas rizki ini kelebihan waktu :p , satu hal dibahas panjang lebar" ya itu hak anda untuk menilai, pikiran ini selalu minta dilepaskan. sama halnya jika saya berkata pada anda "ah anda itu kelebihan uang, saat orang lain membeli beras paling murah, anda malah gonta-ganti velg mobil"

hobi orang berbeda, dan pada akhirnya apakah hobi kita berdampak minimal sebagai kedamaian batin atau berbagi inspirasi?

konon kecantikan ideal itu perpaduan tampilan lahiriah dan batiniah, tentunya saya ingin sekali terlihat manis baik dalam bahasa, sikap  juga rupa walau sederhana, jikapun sikap saya masih pahit minimal tulisan saya manis hehehe.

ok's kawans, sekian dulu ya, semoga cermin itu selalu menyadarkan kita untuk menata inner beauty yang seharusnya kita miliki....ciyeee

value and profit

value and profit

Value n profit


Seringnya manusia dinilai hanya dari satu sisi, jika anda seorang karyawan misalkan masuk jam 8 pagi lalu anda bekerja hingga jam 2 siang. Anda tak sengaja terlelap sesaat di kursi dan diketahui pengawas atau bos. Anda akan dinilai pemalas tidur saat jam kerja. Jarang orang berbaik sangka bahwa anda istirahat barang 5 menit saja karna habis bekerja.

Jika anda karyawan perusahaan besar bisa saja anda berpikir “ah, biarin... gue ngga akan selamanya disini ntar pas pensiun dapet pesangon mau bikin kosan misal, atau buka kantin baso misalnya.

Jika anda karyawan perusahaan kecil? Dan pesangon pun entah ada atau tidak? Apa yang membuat anda bertahan? Apa karna mentok usia sudah tidak bisa lagi melamar di tempat lain? hehe

Karyawan berusaha menampilkan sisi terbaik dalam pekerjaan tapi jika apes malah terlihat yang jeleknya. Kadang karyawan juga hanya melihat hasil, misalkan “wah dia gajinya gede, dia sudah bisa beli mobil seharga ratusan juta walau nyicil. Jarang dari kita mengamati bagaimana kinerja seseorang, bagaimana cara dia berkomunikasi dengan konsumen, atasan, bawahan juga sesama karyawan. Bagaimanakah reaksinya saat menghadapi konflik dsb.

Uang yang banyak tidak mungkin dihasilkan tanpa prestasi kinerja profesional, tapi ingat uang tidak selamanya mengikuti. Misalkan masih banyak guru-guru kimia, fisika dan ilmu-ilmu pasti di smu tapi upah mereka hanya cukup untuk kebutuhan primer saja. Adakah guru smp atau smu mampu beli pajero, berlibur ke swiss dari gajinya?

Kita hidup perlu uang tapi uang hanya bagian hidup, ada keuntungan dan nilai. Jika saya tak sengaja menemukan ponsel unik klasik di tukang loak dan dibeli 50rb misalnya lalu saya jual pada kawan seharga 200rb maka saya mendapat profit dan bisa saja saya tamak.

Jika saya menjual pada kawan seharga 100rb saya dapat profit juga dan kebetulan misalnya kawan saya curhat tentang masalah keluarganya, singkat cerita saya dengarkan dan kami akhirnya bersahabat. Disitulah saya mendapat profit dan value.

Kepercayaan, persahabatan, keakraban, menjadi pribadi yang nyaman itu tidak bisa dibeli dengan uang tapi dengan sikap.


Suatu waktu ada gadis unyu berjerawat membeli krim kulit

Gadis unyu : “a, ada hydrocortison krim tapi yang dari pabrik anu jangan yang anu”
Saya : “emang dipake buat apa?”

Singkat cerita saya beri masukan padanya bahwa mengatasi jerawat tidak bisa mengandalkan obat semata, saya tanya jadwal tidurnya, makannya dsb.
Akhirnya saya beri saran obat apa yang harus diminum, krim yang digunakan dan pola makanan sehat yang harus dijalani.

Sekitar dua mingguan gadis itu datang lagi, saya agak lupa tapi untungnya lekas berujar.

Saya : “eh, kamu yang dulu beli krim ya? Gimana sekarang?
Gadis unyu : “iya a, udah mendingan”

Wajah gadis itu kini nyaris bersih tinggal bintik-bintik merah saja tanpa jerawat berarti.
Hal-hal seperti inilah yang menbuat saya bertahan dalam bekerja, semakin banyak orang puas dengan konsultasi yang saya berikan semakin mampu saya bertahan dalam bekerja.
Jika kita tidak memiliki skill juga tujuan agama lantas untuk apa kita hidup?

Berlomba-lomba dalam penampilan dan kekayaan itu tidak mudah dan pasti di atas langit ada langit hingga lelah tanpa henti.

Ada juga ibu-ibu sudah cukup umur berwajah bersih, dia konsumen krim pemutih. Jika dia datang saya sudah tahu apa yang dia inginkan. Singkat cerita dia bicara cukup lama, jika pasien lain sudah datang silih berganti, dia masih betah berdiri berlama-lama bicara dengan saya. Saya terangkan semampu saya apa yang dia tanyakan, tentang krim tabir surya, vitamin kulit dsb. Dan ternyata usianya sudah kepala enam.

Semakin banyak orang puas dengan kehadiran kita maka semakin banyak penyejuk rohani dalam keletihan hati yang kita alami. Apakah anda tidak bahagia jika anda ditanyakan dan dibutuhkan orang?

Semua orang ingin rezeki yang halal, kenapa? Karna ingin tentram. Ingin tentram hidup bersama istri, ingin memiliki anak yang salih dan berprestasi, ingin sehat jiwa dan raga dsb.

Ada orang bekerja berhadapan dengan mesin, ada juga dengan orang. Semua ada resikonya. Jika kita salah mengoperasikan mesin bisa saja menyebabkan kerugian perusahaan bahkan kecelakaan.

Jika kita berhadapan dengan orang lalu bicara sembarangan, misalkan anda seorang ahli farmasi ngarang saja tentang dosis obat jantung bisa fatal akibatnya, bukan hanya denda tapi penjara jika sampai ada korban jiwa.

Seorang arsitek, konsultan bangunan, tidak bisa sembarang dalam presentasikan suatu proyek. Harus ada uji kelayakan, data valid dan lain sebagainya.

Mungkin saja pretasi kinerja kita tidak diketahui bos atau kenaikan upah tahunan tidak seberapa, percayalah bukan itu tujuan akhir. Walau uang memiliki kekuatan tapi eksistensi seseorang belum tentu harus disertai uang.

Hanya cerita penutup saja, sering pada suatu pagi di suatu pasar saya melihat seorang pria sudah cukup umur berjualan kantong plastik, serbet atau kain semacam kasa untuk mencuci piring.

Jika kita selalu was-was akan masa depan karna bekerja hanya di perusahaan kecil tak bergengsi misalnya, bagaimana ya jika kita ditakdirkan menjadi penjual kantong plastik tersebut? Untuk apa hidup jika kita tak mampu berbaik sangka pada Sang Pemberi rejeki.

fananya cinta

fananya cinta

Dulu sekitar tahun 90an ada sebuah acara di tvri berjudul "fragment", alkisah ada sebuah pondok kontrakan yang dihuni beragam manusia, ada yang sudah menikah, berusia lanjut dan seorang lajang. seorang lajang itu antusias sekali bertanya tentang cinta pada setiap penghuni pondokan, dia bertanya "apakah anda mencintai jodoh anda?". pada akhirnya dia mendapat jawaban dari penghuni yang berusia lanjut, dia berkata "yah buat apa hidup memikirkan cinta, toh pernikahan saya bisa bertahan hingga sekarang".

saya bertanya pada teman, "apakah menurut kamu jodoh itu sudah diatur?" dia menjawab "sudah diatur" karna dia tidak begitu mengenal calon istrinya tapi hatinya tergerak saja untuk menikah."

ayah saya berkata "nikah itu sekali, kamu jangan main-main, bisa menyesal seumur hidup, kl salah satu sudah tidak punya "duriat" maka apa lagi yang bisa dipertahankan?"
duriat itu dari bahasa sunda artinya apa ya? mencakup kasih sayang, cinta dsb.
kakak perempuan saya bilang "kamu harus punya cinta walaupun sedikit, kamu ngga akan punya semangat pertahanin pernikahan kl kamu ngga punya cinta"

saya perhatikan pernikahan tanpa atau kurang cinta memang rentan dan bahkan mudah sekali bubar. sering film bertema pasangan kekasih bertahun-tahun pacaran tapi kandas karna salah satu punya gebetan baru. dalam dunia nyatapun saya sering menjumpai, orang-orang yang memadu kasih dan kedua keluarga sudah berencana menjadi besan tapi bubar seketika karna ada orang ketiga. harta dan rupa pun tidak selamanya jadi biang kerok, banyak orang menggagalkan rencana pernikahan mereka tanpa mampu memberikan jawaban hanya simpel menjawab "pokoknya klop aja".


dahsyatnya cinta suatu waktu akan redup katanya tapi setidaknya jenuh bersama orang yang kita cinta lebih baik daripada jenuh bersama orang yang tidak kita cinta. hubungan yang sehat itu bikin nyaman, jika saat sendiri lebih nyaman dibanding berdua berarti ada yang tidak beres dalam hubungan itu.
anda mempertahankan pernikahan karna apa? anak? kasihan ortu/mertua yang sudah berusia senja? itu bukan jawaban, itu adalah kewajiban agama.

anda merasa was-was jika istri pergi sendiri menggunakan sepeda motor misal?
anda merasa menyesal jika pernah dengan kasar menghardiknya?
anda begitu tersentuh jika mengingat kesabarannya?
atau anda merasa jenuuuh sekali saat ini sehingga mati rasa, hambar, piknik males, ngobrol males malah akrab dengan teman kantor misal?

memang jenuh manusiawi tapi jika jenuhnya berkelanjutan? banyak misalkan pasangan artis terlihat romantis sejak masa pacaran hingga pernikahan bahkan kelahiran anaknyapun menjadi sebuah lagu “timang timang anaku sayang” tapi berakhir di pengadilan, apakah mereka tidak mencintai? alasan orang menikah ada karna usia mentok, disuruh ortu dan sudah males mikir/nyari

setelah sepuluh tahun saya menikah, saya belum memiliki jawaban tapi sepertinya jodoh itu memang sudah diatur, kita berani maju atau menggagalkan karna ada sesuatu yang menggerakan hati kita. jika saya mengejar seorang wanita tapi dia menolak, tetap kan? keputusan bukan di tangan saya. hati manusia tidak bisa dipaksa, kita berwajah tidak buruk, berdompet tidak tipis tetap saja belum tentu dengan mudah dicintai seseorang.

banyak orang berpetuah mulia seperti cinta itu bukan pada mahluk tapi pada Penciptanya, menurut saya tetap saja pada prakteknya kita hidup berdampingan dengan manusia dan selalu harus mampu berkomunikasi dengan baik.

hanya praduga saja, mencintai itu cape mending dicintai, mengharapkan bahagia dari seseorang itu labil. saat orang itu pergi atau mati maka kebahagiaan kitapun pergi dan mati. seringkali saya melihat lajang-lajang yang dulunya cantik setelah menikah perut melar lengan besar dan wajahpun berubah drastis. cahaya seseorang terlihat dari matanya, jika beban tugasnya berat maka letih pula sorot matanya.

anehnya walaupun saya tahu kecantikan itu sementara, kenapa ya sebagai pria saya sering begitu terpukau dengan kecantikan? komen temen saya yang seorang ibu muda cantik pebisnis mandiri, dia bilang gini "cinta itu ngga ada di dunia ini, cinta sejati itu nanti di alam kekal sana".

Saya sudah menahun tahu bahwa dunia ini fana tapi baru tersadarkan oleh ucapan teman saya itu, benar sekali dunia ini fana labil, kecantikan sementara sementara sikap wanita itu selamanya, jika doyan bentak ya itulah yang abadi hingga mati, jika doyan memaafkan suami ya itulah yang menentramkan hati.

Saya perhatikan ngga usah nimbrung apa yang sering diobrolkan wanita di kantor misal, mereka mengeluh tentang cuaca “duh panas, gerah” lalu mereka selalu memikirkan makanan “wah enak nih ngerujak, ngebaso, pengen makan ini ah itu ah” lalu mereka bercerita tentang kebiasaan suami, teman yang tidak mereka sukai “si ini mah gitu gini, si ayah, si anu dsb”.

Jarang sekali saya menemukan seorang wanita kecuali teman saya seorang janda yang berusia 60 tahun begitu ramah, sejuk, gemar memberi makanan, dia bercerita bagaimana suaminya meninggal dulu, dia bercerita tentang bahagianya menjadi ibu atas seorang anak yang sekarang tinggal dan bekerja di shanghai pada perusahaan xiaomi.

dia bernasihat jangankan cerai, berpikir atau berbicara cerai dengan istri saja tidak boleh. Walau dia non muslim bisa saja dia lebih islami dibanding saya yang seringkali berburuk sangka pada Sang Pencipta.

Kecantikan bahasa pikiran dan sikap memang menentramkan, wajarlah jika agama berkata harta yang paling berharga adalah istri yang shalih.

saling mengira, saling menyangka istri orang lebih cantik, rumah tangga orang lebih harmonis, jikapun memang benar cantik, kita tidak tahu kecantikan hatinya, kebiasaannya, pertengkarannya, perjuangan mereka dalam menghadapi konflik dengan keluarga besar dsb.

Sekali lagi kawan saya ibu muda cantik itu pernah bilang, “wanita itu ada adiknya yang harus diperhatiin, ada kakaknya, ada ponakan dsb, emang itu semua ngga harus dipikirin dibiayain?”. Bener banget, menikah itu bukan antara suami dan istri tapi dua keluarga besar dan bisa saja menjadi masalah besar


Foto bunga itu saya ambil setahun lalu di kab subang jawa barat, selain layu sekarang pun tak ada jejak sama sekali. Itu adalah peringatan bahwa keindahan materi itu sementara. Di akhiratpun jiwalah yang dipertanggungjawabkan padahal di dunia ini kita tidak tahu wujud jiwa

Cinta itu fana, jikapun memang ada tapi tidak akan abadi di dunia ini.

digital life style

digital life style


Tahun 90an kamera digital belum marak, mau selfie? Harus rogoh kocek beli negatif film plus ongkos cuci cetak bahkan kamera analog manual fokus adalah barang mahal untuk sebagian orang, kita pasti hanya jepret momen yang bagus. Ngga mungkin difoto pas lagi marah atau bangun tidur pas muka berminyak :p

Sekarang  mentang-mentang semua serba mudah dan murah, jadinya asal jepret, share seenaknya. Maaf-maaf buat yang doyan upload gambar cewe seksi vulgar bin seronok, pernahkah anda berpikir suatu saat putri anda difoto dan diuplod orang tak bertanggung jawab pas dia berenang atau di dalam kamar mandi hotel yang disadap kamera misalnya?

Dalam tayangan film dokumenter, para belia di Philipina berpose seksi dalam akun medsos mereka. Tak lama kemudian konsumen dari beragam negara mengajak chat, singkatnya mereka berkenalan dan janjian kencan. Para belia itu bermain seorang diri lalu dibayar dan tentunya harus melayani selera konsumen dengan puas. Ada juga yang dikoordinir oleh mucikari setempat untuk melayani konsumen-konsumen pedofilia misalnya.

Para belia itu melakukan itu demi uang, dimanapun kemiskinan menghinakan. Kabar baiknya ada dari sebagian mereka bisa diselamatkan dan para mucikari itu berhasil ditangkap dan dipenjara. Para belia itu direhab pada sebuah panti. Dalam panti itu ada sesi “expression therapy” dimana para belia itu ditempatkan pada sebuah ruang dengan dinding busa. Mereka bebas mengeluarkan semua amarah, berteriak memukul melepaskan semua emosi dan pengalaman kekerasan seksual baik dirumah, di sekolah, di jalan dan di tempat prostitusi yang dulu pernah mereka alami.

Jika anda tidak iba saat melihat mereka marah, menangis dan putus asa, saya meragukan anda memiliki iman dan nurani. Jika anda masih gemar upload foto-foto vulgar berarti anda secara tidak langsung mendukung pornografi di media sosial. Semakin pria memuji seorang wanita yang berpose sensual di media sosial maka semakin berani dan lupa diri para pelaku selfie tersebut.

Jika anda masih saja meremehkan pornografi dan pura-pura tidak tahu atau rezeki anda tetap deras-deras saja...yah bagaimana lagi, mungkin memang itu kualitas anda.

Buat anda yang gemar menebar kebencian, fitnah-fitnah, itukah hasil dari pendalaman agama anda? Semua ujungnya pilihan, jika seumur hidupnya menghiasi wall pribadinya dengan kebencian maka tak ada bedanya dia merekam benci ke dalam memori otaknya.

Apakah pemirsa yakin seseorang memiliki hubungan baik dengan Sang Pencipta jika dia selalu bermasalah dan tak peduli dengan sesamanya?

sekolah luar biasa untuk pribadi luar biasa

sekolah luar biasa untuk pribadi luar biasa

Seragam mereka sama seperti seragam sekolah lain berwarna abu, tingkahnya aktif tapi setelah didekati barulah kita tahu mereka memiliki keterbatasan.

Ada yang bicara dengan bahasa isyarat, ada yang gagap, ada yang berbicara susah sekali, hanya “euh, uh, wegi”. Mereka bisa membaur dengan teman sebaya yang senasib. Ada yang berlarian, tersenyum, tertawa menyendiri atau jalan dengan goyang mungkin mengalami kelainan keseimbangan.

Yah itulah sekolah luar biasa. Betapa sabarnya orang-orang yang ditunjuk untuk menjadi pendidik dan tak kalah sabar pula orang tua mereka yang ditakdirkan menanggung ujian memiliki anak maaf “abnormal”.

Kadang waktu  dzuhur atau ashar saya melewati sekolah itu, dalam hidup saya kadang merasa jenuh, ngantuk....padahal....
Banyak hal-hal yang kurang saya sadari, saya bisa menikmati pemandangan saat bersepeda, bermotor, bermobil, saya bisa melihat bentuk pizza, merasakan harumnya, saya bisa memilih warna baju dan menikmatinya dsb dsb.

Orang buta di dunia bisa saja disebut kurang beruntung karna tidak tahu warna dan segala indahnya.
Orang tuli bisa saja disebut merugi karna tidak tahu suara ramah bunda dan ayahnya dan orang yang dicintainya.
Orang gagap bisa saja disebut sial karna sulit mencari pekerjaan bahkan jodoh.
Tapi di akhirat nanti belum tentu kita beruntung mampu mempertanggungjawabkan satu jari yang kita miliki

Hidup ini seperti buku, jika kita malas untuk membacanya kita tidak mendapat apa-apa padahal jika kita mau membukanya... Lembaran ujian yang kita hadapi mungkin tidak ada artinya dibanding kesulitan yang orang lain alami.

saving fuel for the better future

saving fuel for the better future
Jika nanti antar kota sudah terhubung jalan tol, bis kota, trem bahkan kereta api cepat sudah ada dan terjangkau, apakah mungkin pemakaian bbm dibatasi?

Solar masih bebas dibeli, pembelian premium dan lainnya plus ppn
Beli dibawah 5 liter bebas ppn
Beli diatas 5 liter plus ppn 10%

Motor 150cc tambah ppn 10% berapapun belinya
Untuk mobil bensin apapun jenisnya ya plus ppn 10%

Dengan kalkulasi seperti ini masyarakat akan selektif dalam bepergian tidak seperti sekarang dimana dia mampu beli bbm maka dia seenaknya saja menghabiskan sumber daya alam. Dana yang terkumpul bisa digunakan untuk pembenahan jalan, transportasi dsb.

Nantiiiii mungkin perlu 200 tahun agar semua orang sadar bahwa sumber daya alam itu amanah bukan seenaknya kita gunakan. Mungkin sedikit sekali jumlah kendaraan pribadi, mobil hanya untuk usaha maka semua orang sudah terbiasa menggunakan kendaraan umum.

Yang namanya orang licik pasti ada, biarlah mereka memilih makan haram dengan menjual bbm. Ini aturan untuk orang amanah, beriman, polisi boleh mengejar pelaku kriminal tapi jangan terlalu ngebet yaa karna pembangkang itu seperti jamur.

Bisa jadi hanya tempat-tempat wisata saja menyediakan jip-jip untuk olahraga off road misal di gunurng bromo atau sedan-sedan sport yang disewakan di sirkuit-sirkuit. Bagaimana dengan industri otomotif? Mereka diberi waktu 5-10 tahun untuk riset dan harus mampu membuat mobil hybrid secara masal, pembuatan sepeda elektrik bisa bekerja sama dengan korea, swedia misalnya. Jika ada warga tetap maksa ingin punya kendaraan pribadi, boleh asalkan disel, hybrid, sepeda listrik, kecuali warga tak mampu yang tinggal di pedalaman bahkan warga tak mampu didata dan pajak kendaraan mereka disubsidi pemilik kendaraan mampu.

Jika negara sudah tidak menanggung subsidi mungkin indonesia sudah memiliki wahana ski indoor seperti di dubai, memiliki lintasan-lintasan motor cross, sepeda gunung, camping, jetski, kano di danau-danau buatan yang layak, hiking di hutan-hutan lindung yang dikelola pemerintah seperti di selandia baru atau turki. Refreshing itu olahraga, hasilnya sehat bukan buang bbm.

Keadaan  jalan akan lancar asri sunyi tidak ada genk motor/anak dibawah umur bawa motor, pastinya kecelakaan berkurang, apalagi jika kereta cepat seperti di shanghai itu, yang tidak bermesin dan beroda. Mereka hanya menyempurnakan hukum newton tentang gravitasi, kereta itu melayang tanpa suara wusssh hanya suara angin.

Yah andai semua itu terjadi tapi mendengar kata china kan biasanya heboh ya…kapir, komunis, atheis.
Hak seseorang untuk meyakini agamanya paling sempurna tapi jika kita menutup hati maka akan buta terhadap prestasi negara lain.

Gagasan ini pasti ada plus minusnya, silahkan komen jika berkenan  ^_^

my pearl my angel

my pearl my angel
Putri saya sekarang berusia 6 tahun, namanya gadis mungil biasanya manja. Cengeng itu jelek tapi kadang saya menikmati saat putri menangis ingin dibelikan sepatu misalnya. Orang dewasa saja masih banyak cinta akan benda maka wajar kan jika anak kecil meraung-raung ingin barang?.

Putri sering ingin dimandikan oleh saya.  Saya menyuruhnya menanggalkan pakaian dan memasukan pada mesin cuci dengan membelakangi saya.  Saya memandikannya dari belakang. Pernah ada anjuran anak putri jangan dimandikan oleh ayahnya. Memang phedofilia ada dimana saja, kita harus waspada bahkan terhadap ayah kandung sendiri, bukan sekali dua kali ada anak diperkosa ayah kandung sendiri.

Setelah dimandikan dan membalut tubuhnya dengan handuk, kadang digendong kadang membiarkannya jalan menuju kamarnya. Setelah di dalam kamar dia bengong diam tidak langsung mencari baju. Saya tanya “dede kenapa? Malu yaa mau pake baju ada ayah”. Akhirnya saya membuat tirai dari hijab bundanya lalu saya berkata “sok, ayah ngga akan liat dede pake baju”.

Hal-hal sederhana namun penting harus orang tua perhatikan. Ajarkan rasa malu pada anak, ajarkan etika dalam keluarga. Walau ayah bisa menyuruh apa saja tapi gunakanlah wewenang dengan bijak. Masih sering saya melihat anak balita bertelanjang bulat berlarian dari kamar mandi, walaupun mereka belum baligh tapi hal itu tidak pantas.

Dalam beberapa tahun kedepan tidak mungkin saya memandikan putri, karnanya setiap detik yang berlalu selalu saya resapi dan syukuri.  Banyak orang di dunia ini mendambakan buah hati namun belum diberi. Galau belom dapet pasangan hidup juga banyak :p

Ayah : “de, ke taman lalulintas yu, kita naek kereta lagi?’
Putri   : “ga mau ah keretanya kecil bo’ongan”
Ayah : “ ya atuh nanti naek kereta beneran ke bandung yaa?”
Mama : “eh ngga kerasa bentar lagi lebaran”
Putri  : “ma... ari lebaran teh pacantik-cantik?”

Rewel bawel... but you always preety my pearl.



Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design