monolog blog

homosex dan lesbian

Ada orang berujar homosex itu sifat turunan,
Apakah bisa dibuktikan ilmiah homo/lesbian itu memang ada unsur gen yang berbeda dengan manusia normal?

Bila anda homosex dan berkata itu turunan dari ayah anda, mungkinkah ayah anda seorang homosex padahal dia mau dan telah kawin lalu berketurunan yaitu anda?
Bila anda lesbian, apakah itu turunan padahal ibu anda mampu menikah hamil, mengandung dan berhasil melahirkan anda?

Apakah anda bahagia menjadi homosex/lesbian?
Bila anda bahagia tentunya anda ingin seluruh umat ini bahagia, apakah anda ingin seluruh umat manusia homosex/lesbian?

Ok, anda bahagia dan teriak-teriak bahwa seseorang bebas hidup sesuai dengan cara hidup masing-masing karena ini menyangkut HAM. Nah bila semua orang homosex/lesbian maka tak akan ada lagi perkawinan maka manusia akan punah karena tak ada lagi perkembangbiakan.

tukang rongsok

Paman saya pernah usaha limbah, karena suatu hal usaha itu terhenti. Saya ditugaskan membereskan semua barang-barang tersisa. Saya mengangkut plastik-plastik seperti botol-botol,gelas-gelas air mineral bekas, botol-botol bekas oli.

Barang-barang itu saya jual ke penerima barang bekas sebanyak sekitar empat bak mobil kijang, didapatlah uang 600ribu rupiah.

Kawan kaya seorang tukang sayur keliling, dia mengeluh banyak pelangganya bayarnya dengan kredit, ada juga yang pura-pura lupa dengan hutangnya padahal sudah punya rumah besar. Akhir-akhir ini dia terlihat berganti profesi jadi pemulung, katanya walaupun sehari dapat 10-25ribu yang penting bebas tanpa modal dan resiko.

Kawan saya lainnya memiliki usaha “bank keliling”, nasabahnya sopir angkot, karyawan dsb. Saya kadang heran koq mukanya cemberut setiap hari, apalagi bila terlihat sedang menagih hutang …tapi saya berpikir…lingkunganlah yang membuat dia seperti itu, kadang orang itu ngalunjak/tak tahu diri/tak punya rasa malu, karena kenal atau akrab suka menunda-nunda membayar hutang.

Tetangga saya dulu pun jual pulsa banyak yang ngutang, bahkan akhir-akhir ini makanan seperti nugget, kentang  goreng beku, sosis dikreditkan. Miris ya makan ngutang ntar kalo tiba-tiba meninggal apa coba yang disita?

Jadi bila anda masih ngontrak, sering ke warung beli mi instan dan telur satuan misalnya atau mencari beras yang paling murah, ngga usah malu yang penting kita bisa beli tunai sehingga tidak merusak hubungan pertemanan.





egois

Liburan jalan-jalan
Jalan jadi hiburan
Bbm-an undang kawan
Beriringan berombongan


Roda dua tiga dan empat
Sopir angkot ikut mengumpat
Metromini ugal-ugalan
Bis propinsi raja jalanan


Anak muda jangan tawuran
Kepala empat kekanak-kanakan
Orang nyebrang tak ada jalan
Ambulanpun bukan hambatan


Motor kecil ingin besar
Motor besar kepala kecil
Motor kecil suara besar
Motor besar moral kerdil


Mobil balap katanya mahal
Nafsu balap mental murahan
Balapan bukan di lintasan
Nyawa orang dianggap murahan


Korban berjatuhan saat liburan
Apalagi mudik lebaran
Semua maksa punya kendaraan
Banting tulang potong gajihan


Roda dua biang kemacetan
Mobil antik disebut rongsokan
Angkutan kuno masih dijalanan
Trem hanya khayalan


Bbm habis bukan masalah
Gua mampu beli situ yang pusing?
Kuras bumi tak peduli generasi nanti
Greenpeace dijempol sehari-hari dodol


Jangan mimpi ada taman kota
Apalagi danau bertepi lapang bola
Tak ada tempat asuh balita
Kalaupun ada dipakai kaki lima

Taman kota bertiang tinggi
Mau masuk haruslah antri
Kebun binatang singanya kurus
Hewan lain tak terurus


Walikota dapat adipura
Padahal trotoar belasan tahun dikuasai kaki lima
Jutaan lulus perguruan tinggi
Jutaan manusia tak manusiawi


Hukum bagai senjata pajangan
Menikam kasta rendahan
Uang dipertuhankan
Tuhan enggan memberi bimbingan

transportasi massa

Seorang anak bisa bicara, berhitung, membaca dan sebagainya diawali dengan meniru, melihat, mendengar yang diajarkan oleh orang dewasa. Manusia mahluk sosial, bergaul dan saling berhubungan.
Sebuah negara berkembang, melihat, mendengar, meniru, melakukan studi banding dan akhirnya menerapkan cara-cara negara maju dalam mengelola negaranya

Dalam dunia transportasi negara maju sudah memiliki sistem/management/cara yang modern bahkan canggih.
Misalnya di Jepang, pada tahun 1970an kereta api disana kecepatannya sudah mencapai 200km per jam lebih, bila diterapkan disini sekarang, mungkin rel-rel dan kereta api kita akan berantakan.

Sedikit demi sedikit indonesia pun meniru sistem transportasi negara maju. Seperti kita ketahui di Jakarta sudah ada bis2 ukuran besar yang disebut Trans Jakarta untuk mengangkut manusia lebih banyak, sebagian daerah jabotabek sudah dioperasikan kereta2 listrik.

Nah, tentunya kedepan kita harus siap-siap bahwa untuk memecah kemacetan itu diperlukan kendaraan pengangkut orang berkapasitas banyak. Bisa jadi angkot dan bis mini akan dihapuskan, beca2, ojek2 hanya diperuntukan dalam komplek2 perumahan atau daerah-daerah wisata. Apakah siap? Seperti biasa negeri labil ekonomi dan emosi ini ada pro dan kontra hehe.

Ada orang berpendapat bahwa setiap orang memiliki hak untuk mencari nafkah lalu pemerintah tidak boleh seenaknya menghapuskan lahan pekerjaan suatu golongan masyarakat.
Disini ada kepentingan golongan yaitu para profesi supir angkot, metromini, ada juga kepentingan orang banyak yaitu penduduk kota/kabupaten/rakyat/negara.

Lantas apakah kita akan mengutamakan kepentingan golongan atau kepentingan rakyat banyak?
Pemerintah harus memberitahu, membimbing dan memberikan pilihan jauh-jauh hari kepada masyarakat yang terkena dampaknya. Organda dan organisasi2 nonformal paguyuban sopir angkot misal, didata ada berapa anggota lalu katakanlah akan ada penganggur seribu orang di tiap kota lalu apakah ada pabrik/lahan pekerjaan yang sanggup menerima mereka sebagai karyawan/pekerja?. Bisa juga dari pendapatan akibat dikuranginya subsidi bbm apakah ada dana pinjaman lunak dari pemerintah bagi sopir2 itu untuk diberikan pelatihan dan dijadikan seorang wiraswastawan? Memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin.

Bila anggota DPR atau sebagian PNS mendapat beragam fasilitas dan menghabiskan uang negara yang berasal dari setoran pajak rakyat yang milyaran rupiah itu, apakah hal yang mustahil untuk membangun pabrik yang akan menyerap tenaga kerja?

Sedikit-demi sedikit bangsa ini harus berubah, bila transportasi lancar, maka anak-anak sekolah lancar, para karyawan, buruh datang tepat waktu, para pelaku usaha tidak akan terjebak macet yang akhirnya menambah biaya angkut barang penyebab ekonomi biaya tinggi.

Sejak tahun 80an saat ponsel, komputer belum ada hingga jaman android seperti sekarang,untuk pergi ke kota Garut tepatnya desa Cikajang saya menggunakan bis lalu disambung oleh elf, jalan macet, tarif elf kadang berubah bila sudah malam hari kadang tidak sampai Cikajang padahal tertulis Bandung-Cikajang, apalagi bila lebaran, tarif naik macet pula, apakah ini sikap umat beragama? Menipu? Memeras penumpang mentang-mentang dibutuhkan? Atau ada oknum yang meminta setoran? sampai kapan Indonesia berantakan dan berkutat terus di masalah mendasar seperti ini? Akhirnya orang berlomba untuk memiliki mobil pribadi sementara jalan tol tak kunjung jadi, rutinitas macet tahunan yang menjadikan bangsa ini lambat.

Bangsa ini tak akan berubah bila warganya tidak lapang hati, berpikir terbuka menerima dan berani mencoba sesuatu yang baru, tapi tetap dijalankan dengan teliti semua rencana sehingga tidak ada lagi demo-demo, salah komunikasi antara rakyat dan pemerintah.

Moga saja transportasi umum semakin aman, nyaman dan terjangkau sehingga mobil pribadi hanya digunakan untuk hari libur saja, diganti oleh bis-bis, kereta-kereta, trem-trem bahkan katanya kota Bandung akan membuat kereta gantung.

Metromini ugal-ugalan masuk kali, juga saya pernah melihat sesama sopir angkot di Purwakarta adu jotos karna ugal-ugalan, sepeda motor kecelakaan karna kebut-kebutan sudah sering saya lihat terutama di Bandung dan Purwakarta, inilah kenyataan-kenyataan yang membuktikan betapa rendahnya disiplin para pengguna jalan.

Bila anda pernah naik sepeda motor atau mobil pada hari kerja di kota Bandung, coba anda rasakan saat pagi atau sore hari, sepeda motor itu ratusan jumlahnya di jalan raya, saat lampu merah menyemut melewati zebra cross bahkan ada yang melewati trotoar, angkot2 dan kendaraan2 pribadi mengantri macet sehingga bbm terbuang percuma.

Proyek Trans Metro Bandung entah kapan tuntasnya, bagaimana kinerja anggota komisi dpr yang mengurusi masalah tersebut? Apakah buntu sehingga tidak dapat diurai dan dipublikasian ke publik mana developer yang tidak becus, dan departemen mana yang harusnya bertanggung jawab?

Untuk fasilitas olahraga dibangunlah stadion gedebage yang menghabiskan dan milyaran.
Apalah artinya bermewah-mewah dan bangga dengan sebuah fasilitas yang tidak berpengaruh pada kehidupan primer sehari-hari.

dimulai dari yang kecil aja deh

Sebenarnya bila semua harga sama di seluruh pelosok indonesia maka dengan menjamurnya minimarket/hypermaket dimana-mana tidak akan membawa pengaruh yang menggangu kepada pedagang tradisional seperti pasar2, pemilik warung dan sebangsanya, tapi kenyataanya di warung sebungkus "mie sedap" harganya rp 2500 lalu di hypermarket rp 2000, dan kadang2 di minimarket ada promo rp. 5.000 dapat 3 bungkus, inilah yang menyebabkan masyarakat memilih belanja di hypermarket/minimarket.


Sebagai masyarakat biasa, bukan pejabat atau simpatisan partai besar saat kita teriak2 pada pemerintah protes sana sini ya percuma, kita akan berhadapan dengan orang-orang yang berkuasa dari mulai rt, rw, kelurahan, kecamatan dan anggota2 dewan dan pemimpin daerah yang mengijinkan beroperasinya minimarket/hypermarket.

Maaf ya perilaku pemerintah kita dalam mengelola sembako, bbm selalu penuh kericuhan, lalu apa solusinya?

dimulai dari diri kita sendiri deh, yang kita mampu lakukan aja dulu


Pasti kita semua rutin belanja bulanan untuk membeli sabun cuci, detergent, pasta gigi, minyak goreng dsb. Belanjalah di warung terdekat tak peduli harganya berapa, niatkan amal dan ihklaskan saja bila ada selisih harga.

Saya pernah berjualan, mulai dari jualan selimut di gasibu bandung, jualan makanan di sd kadang dapat rp 50.000 lalu dapat rp 17.000, buka warteg...sepi karna lokasi komplek perumahan yang sepi, rental komputer lalu tutup karna semakin murahnya komputer dan banyaknya pelajar yang memiliki laptop, dsb.

Berwirausaha itu saat ada yang beli percaya diri dan semangat tapi saat tidak ada yang beli tak dipungkiri hati ini sedih, saat belanja untuk usaha masakan warteg misal beli ayam, bumbu, sayur yang semuanya tidak murah lalu tak ada yang mencicipi.

Karna saya tahu sedihnya berjualan saat tak ada pembeli maka saya tak ingin membuat orang lain sedih.
Pernah suatu waktu di suatu tempat di belakang rumah saya ada warung sepi sekali hampir tidak ada yang beli, dus-dus sabun mandi, pasta gigi sudah pudar saking lamanya dipajang, tapi dengan polosnya/teganya kawan saya memberitahu pada istri saya "jangan beli disitu mahal" padahah dia saudara pemilik warung.

Lihat perilaku sebagian masyarakat kita dengan menggunakan mobil ratusan juta memborong mie instan di hypermarket, juga memborong barang2 promo lainnya hingga ada aturan pembatasan belanja oleh supermarket.
Memang tidak salah dan tidak ada hukum yang melarang tapi saya hanya ke supermarket membeli barang yang tidak ada di warung. Beli selai blueberry, beli ikan tuna atau bumbu-bumbu aneh yang jarang ditemukan di warung seperti daun oregano misalnya.

Sayapun tak mengharamkan belanja di hypermarket karna disanapun ada saudara2 kita sebagai karyawan yang bekerja disana. Jadilah pembeli fleksibel, dinamis dan cerdas.

Sekali lagi biasakan belanja di warung carilah warung yang paling sepi, buatlah percaya dirinya tumbuh, kesedihannya sirna sehingga dia semakin yakin bahwa Sang Pengatur rezeki maha adil dan penyayang.

mushalla kecil

Beberapa waktu yg lalu sebelum mengumandangkan adzan di mesjid yg berjarak 100 m dari kediaman saya, saya membereskan quran2, buku2 yasin yg bertumpuk. Pada sampulnya tertulis anu bin anu lahir 1952 wafat 2004....wah ini seusia paman saya tapi paman saya masih mampu diving di pesisir pulau komodo, lalu anu bin anu lahir 1945 wafat 1996...wah ini seusia ayah saya, ayah saya masih sering naik bis antar kota.

Saat ayah kawan2 saya banyak yg sudah meninggal juga dosen2 saya waktu kuliah dulu banyak juga yg sudah meninggal. Dulu saya sering berdebat dengan ayah saya seperti hal2 yg kita bicarakan di forum debat, saat emosi saya meledak-ledak ayah saya dengan tenang berkata bahwa pikiran orang itu beda2, saat kendaraan saya mogok tak pernah ayah saya menyalahkan saya kenapa kamu beli merek itu dsb.

Sekarang saya adalah seorang ayah, saya rela berbulan bulan tak membeli baju baru asalkan anak saya mudah mendapatkan baju baru, tak sadar saya sudah bertahun2 tak membeli sepatu baru asalkan anak saya mudah mendapat sepatu baru.

Menginginkan mobil baru tidak dilarang karna biasanya mobil baru fitur safetynya lebih baik, menginginkan rumah yg luas led tv yang lebar juga tidak dilarang. Tapi anda jgn terkecoh karna memiliki benda mati suatu saat akan jenuh dan bosan.

Bila ruang pikiran anda selalu dipenuhi oleh hasrat materi maka jatah nurani akan tersingkirkan. Nurani mengajak hidup sederhana, membisikan tolong menolong, mencintai alam dan akhirnya menuntun anda pada sang Pencipta.

Bagi saya inilah makna bebahagiaan saat kehadiran kita bermanfaat bagi orang lain juga alam semesta yg kita tempati

Ayah saya lahir 25 desember 1945, hari ini adalah ulang tahunnya, saya sekarang mengerti perasan ayah dan perasaan menjadi ayah. Bagi anda yg juga seorang ayah mungkin anda sudah tahu tentang hal ini bagi adik-adikku yg belum menjadi ayah.......ketahuilah salah satu kebahagiaan dunia yaitu melihat anak yg sehat cerdas dan mudah bergaul dengan sesamanya.

Just share mudah2an tak dianggap pamer

gangguan ruh?

Sebuah ponsel terdiri dari fisik (hardware),dan program (software). Ponsel tidak dapat berfungsi tanpa listrik.
Bila ponsel terjatuh, lcd pecah atau terendam air biasanya tidak dapat berfungsi, program akan error.

Manusia terdiri dari fisik, jiwa dan ruh. Bila manusia mengalami kecelakaan fisik misal tempurung kepala retak dan otak mengalami pendarahan lalu mengalami koma walaupun ruh masih ada, keadaan itu disebut gangguan fisik.

Saat tidur atau pingsan manusia tidak dapat merasakan sesuatu, tidak dapat membenci, mencintai, marah atau sedih dsb, walaupun ruh dan fisik masih ada.

Bila fisik normal, ruh ada tapi jiwanya tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk, tidak bisa membedakan mana yang bermanfaat atau tidak, juga tidak tahu apakah ucapannya akan menuai kebencian, menyakiti orang lain atau tidak, maka manusia itu tidak disebut mengalami gangguan fisik, atau gangguan ruh, tapi tepatnya dia disebut pengidap gangguan jiwa.
Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design