monolog blog

cerpen kosan ......

Awal 2004 saya mencari kosan

Rumah itu cukup luas dan bersih ada 8 kamar memanjang ke belakang. Saat itu ada beberapa mahasiswa ramah. Setelah menghubungi  pemiliknya ternyata murah, saya putuskan untuk mengontrak.
Ternyata yang isi hanya tiga kamar, selebihnya kosong dan mahasiswa itu pulang setiap jumat, jadi malam sabtu,minggu dan senin saya sendiri, baguuuss. Kosan itu tidak laku karnanya sewanya murah, warga sekitar cukup tegas menindak siapa saja yang ketahuan berduaan apalagi menginap.

Kamar saya dibelakang dan didalamnya ada tangga keatas, loteng seluas 3 x 8 meter yang sudah bertahun-tahun tak diisi, ada ranjang panjang tua berdebu dan lemari. Saya ajak kawan saya untuk menemani tidur tak ada yang mau, akhirnya saya tidur saat rumah kontrakan itu sepi dengan pintu terbuka jadi bila ada “sesuatu” yang turun dari tangga saya bisa langsung lari hehe. Wajarlah agak takut kan dulu saya masih unyu-unyu ^_^.
Dua kamar diisi mahasiswa, satu kamar mahasiswi….yang terakhir sering kesurupan. Gejalanya tiba-tiba menangis sendirian di kamar.

Mata jelalatan atau tertawa itu sih sudah biasa, yang melelahkan bila diam-diam melarikan diri tengah malam dan selalu bilang “pengen ke ruang piano”, di kampusnya yang seluas rw nan rindang dan banyak bengunan belanda itu ada sebuah ruang khusus untuk paduan suara dan sebuah piano. Jika sudah seperti itu maka harus begadang mengunci pintu pagar dan mengawasi dia jangan keluar kamar. Pernah dia marah-marah karna dijaga terus, teman saya berkata “sia ti mana ku urang dilayanan/lo  dari mana gua layanin?” lalu dia menjawab “hayu urang panggih di kamar sabeulah/ayo kita ketemu di kamar sebelah!”, kamar sebelah itu berisi dua kamar ada dapur dan kamar mandi gelap sudah lama tidak laku…hehe ga ada yang berani deh masuk situ.

Tapi mahasiswi itu cukup manis koq,bening, sintal, saya akrab dengannya tapi ngeri juga yaa sahabatan ma orang rada error hehehe. Kadang siang haripun kesurupan, kami tunggu berjam-jam tidak sadar juga, akhirnya kami memanggil sesepuh di rt kami, orangnya sudah tua berambut putih, kurus tapi disegani.

Saya disuruh cari daun singkong pucuknya, harus banyak, lalu daun itu ditumbuk dan dibalurkan keseluruh tubuhnya, ada saksi ditemani seorang wanita dalam kamar, tapi teman saya yang kesurupan itu bilang “ih amit-amit ga mau diobatin kaya gitu lagi” ^_^. Dan benar saja tak ampuh koq, buktinya kesurupan lagi berulang-ulang. Entah rumah kontrakan itu banyak ruang tak terpakai seperti ada tempat wudhu di samping belakang yang gelap, kawan saya sering melihat seperti ibu-ibu masuk dan menghilang ke tempat itu.
Akhirnya para mahasiswa itu lulus dan pindah….saya? sendirian pasrah.

Seorang gadis melihat-lihat, tidak tinggi, tidak putih, tidak feminim. Dia customer sevice di salah satu operator seluler nomor dua lah di negeri ini.
bersambung
Dia kini tinggal di kamar sebelah, hanya dua kamar rumah sebesar ini terisi…. aku dan dia.

Suatu waktu saya mengenalkan diri….”rizki”……”ani (nama samaran)” tanpa salaman hanya meneropong dingin di balik pintu terbuka sekitar 10 cm.
Awalnya hanya bicara seperlunya, tapi karna sering bertemu akhirnya akrab juga apalagi kita pernah belajar di satu kota yang sama.

Saya tak pernah ingin terlihat hebat dimatanya atau siapapun, karna saya karyawan biasa dari suatu perusahaan kecil atau disebut ukm, dan dia? Kantor cabangnya terlihat eksklusif dengan balutan furnitur modern minimalis dan kawan-kawannya?, rok biru diatas lutut setelan blazer hiasan kuning kontras sekali dengan betis-betis putih nan bersih. Rebonding highlighting mahkota-mahkota itu berkilau garda depan bak pagar ayu. Malu rasanya ke kantor cabang dengan 3315 isi pulsa rp. 10.000.
Sore hari kadang kita jongging bareng di danau buatan kota kami, selepasnya makan soto sembari menelusuri trotoar kota nan rindang.

Malam minggu? Karna sama-sama jomblo hehe, nyuci baju, ngorol sana-sini becanda dsb.
Rumah kos kami beratap beton seluas 4 x 10 m, sepertinya akan dibangun kamar, diatas itu kami sering bicara hingga larut malam sembari menatap bintang atau melepas beban kerja siang. Saya seperti menemukan teman sehati diantara beban rutinitas kerja yang selalu menuntut kita untuk dewasa sempurna tanpa cela.  Kebiasaannya saat pulang kantor itu selalu memanggil dengan nada keras “a riskiiiiii” lucu kaya punya ponakan. Dan sayapun bisa tertawa lepas bila bersamanya saat perut saya dikelitik hhhh.

Waktu itu minyak tanah rp 2500/liter, saya sering masak, kwetiaw, spageti dan makan-makan bareng. Suatu waktu saya makan diatas tempat tidur dan dia duduk di lantai….”nawarin donk makan sendirian aja dan hup dia loncat duduk ke kasur…..(apa reaksi singa?


Entah saya polos atau mengangap dia tomboy atau dia menganggap saya cewe hehehe? Tak ada risi atau takut sama sekali, pernah dia dari kamar mandi dengan celana pendek seperti celana volley, dan saya tanya “beli dimana celana kaya gitu”, “a riski suka yaa/pengen punya maksudnya. Karna saya bocah manis yang jauh dari nafsu hewani hehe saya hanya senyum.

Kami punya banyak kesamaan, dia suka “five for fighting”,selera baju sama, simpel sporty dan dalam perantauan kesepian ^_^.
Ada teman kantornya ngebet banget ngejar dia, yang untung saya kadang kebagian makanan hehe, tapi setelah itu teman itu pindah ke kosan kami, sejak itulah saya aloneeee. Setiap sabtu saya pulang kampung, waktu itu lagi tsunami aceh, begadang aja dah ma temen-temen rumah dengan “sonar” (software buat lagu).

Tak lama kemudian saya bertemu dengan wanita dan tak berapa lama pula kami menikah.
Ani   bertanya “ a kenapa bisa yakin nikah dengan orang yang belum begitu dikenal” saya jawab “saya sering ke bandung pake motor dan sering pula liat kecelakaan motor, ada yang mayatnya ditutup koran, atau kakinya patah dsb…. nah gimana kalo kita dapet musibah seperti itu, mending meninggal pas keadaan pacaran atau menikah?”
Dia pindah tugas ke luar kota sekitar 40km dari kota saya…lost kontak…
Putra pertama saya lahir, entah siapa yang memulai dan dia akan datang, dia datang sendiri dengan bis antar kota dengan sekotak hadiah, datang siang dan terus menunggu hingga saya sore hari pulang kerja.
Dia pulang sore saat hujan lebat tak diantar, tega nian yaa, ya habis gimana lagi, saat salat ashar saya berdoa “terima kasih ya Allah, bahagia ternyata diperhatikan sahabat itu”.

Pernah dia sms “ a, bisa pinjem motor? Ani ada panggilan”, perusahaannya besar cukup bergensi dan dia melamar lewat internet, lokasinya di pedesaan……pengeeeen sekali menolong bahkan saya siap cuti untuk menunggunya tapi…..i’m husband and just already have a baby.

Singkatnya dia diterima dan gajinya cukup besar, saya ikut senang mudah-mudahan betah…..tapi setelah beberapa lama dia keluar, katanya sih bos-bos besarnya agak gimana gitu ngajak karaoke dsb.

Kadang saya berkunjung ke kotanya dengan anak istri dengan accord 80, kita ketemuan di mall, makan-makan tanpa banyak bicara walau sebenernya banyak yang ingin dibicarakan karna dia masih belum akan menikah, memang ada calon dan kamipun makan bersama sang calon itu…..
Pernah saat ramadhan dia dan calonnya ke rumah saya menghadiahi kami pizza ukuran jumbo, kami tak banyak bicara.

lost kontak setahun lebih…..
lalu dia sms “ a ani mo nikah”, saya jawab “wah selamat deh, eh ketemuan yu kita ke bandung yu sekarang?” “yu siap” sahutnya. “
“ma ke bandung yu?” Tanya saya
“ayah kalo ngomong ama dia kaya yang seneng banget bisa ketawa” matanya berkaca-kaca

Bersahabat itu asyik, tapi dalam riang ada seseorang merasa tersisihkan.

Sahabatku menikah pindah ke jawa tengah mengikuti suami
Lost kontak setahun lebih…..dan janjian ketemuan pas lebaran, seperti biasa ada halangan gagal tatap muka.
Bila bersahabat dibumbui maksiat pastilah akan memalukan kedua pihak, sepertinya romantisme sesaat itu bergelora tapi tak akan bertahan lama, bila salah satu berkhianat.

Biarlah persahabatan mengalir seadanya, dan saya yakin dia akan tersenyum bila membaca tulisan ini, bahwa kita pernah tertawa, kekanak-kanakan dan tidak memanfaatkan kesepian untuk bertindak seenaknya.

Putra : “ da ta da”
Putri  : “da ta da”
Bunda : “dza, lidahnya digigit”
Putra dan putri “hhhhhh”
Bersahabat dan diperhatikan sabahat memang indah, apalagi jika kata-kata yang kita ucapkan menyamankan dirinya, tapi jika permata yang jelas-jelas sudah aku miliki bisa berceceran…..melihat istri mengajarkan ngaji buah hati itulah keindahan sesungguhnya.

Sahabatku mudah-mudahan Allah memberimu kekuatan dan tak menguji di luar kemampuanmu. Saat ini mereka belum diberi buah hati, terakhir ada kabar dia dirawat di rumah sakit. Tolong jaga ya Allah karna tak ada saudara di rantau sana dan dia yatim piatu.

golongan selamat

Tahun 2006 ada sebuah masjid baru di depan kontrakan saya.
Satu persatu teman bertambah dan tetangga menjauh :v. di masjid itu diajarkan cara salat berjamaah, cara menafsirkan agama dsb.
Saat saya mau solat di masjid itu tetangga bilang “eh salah, jangan solat disitu”, “disitu mah solatnya ngga pake bismilah”, “di situ mah ngga tahlilan” “orang-orang itu mah ngga ngehargain para wali”.

Saya hanya diam saja, bahkan mereka pernah sembrono bilang ajaran nabi isa itu ajaran untuk anjing.
Waktu tetangga saya meninggal karna kecelakaan, saya memang tidak ikut tahlilan tapi saya berkunjung kerumahnya.

Kawan saya yang bernama cecep bilang “jangan sakit hati, memang akhirnya orang-orang yang mencintai sunnah akan terasing”.
Cecep memiliki usaha pemotongan ayam , kadang saya melihat dia menyetir mobil bak dengan rak-rak penuh ayam siap potong. Dia pernah bertanya “riz, kalo thermolyte bagus ngga ya? berat badan saya tambah terus, sesek kalo napas”.

Walau secara ekonomi cecep berkecukupan tapi dia tidak gengsi jualan cilok di pintu-pintu pabrik dengan sepeda, bahkan pernah mau jualan di sekolah islam ternama tapi ditolak karna anaknya sekolah disitu.

Hampir setiap hari kami berkumpul di masjid itu, kawan saya jadi pengurus masjid, beragam profesi kawan2 saya, karyawan kantor, pabrik, pedagang jamu herbal keliling, pedagang di sekolah dasar dsb. Suatu waktu masjid itu direhab dan kawan saya sudah tidak bertugas lagi karna berbeda pendapat dengan pemilik yayasan.

Bertahun-tahun kami jarang bertemu satu sama lain, terakhir saya bertemu sang pengurus itu, saya tanya “cecep gimana ya kabarnya?”, dia menjawab “dia mah udah meninggal karna serangan jantung”.

Katanya hanya satu golongan umat islam yang selamat itu, yang mana yaa?

setiap ujian ada hiburan

Kedua anak saya sering bersepeda di dalam rumah lalu parkir dimana saja, pinsil warna, kertas gambar berceceran dimana-mana.  Saat  mereka pergi  dalam waktu cukup lama, barulah saya termenung…sepi yaa?

Waktu putra saya selalu ingin diajak pergi saya merasa biasa-biasa saja tapi sekarang putra saya sudah asik dengan kawannya, pc, ponsel bahkan gemar catur dengan orang lain.

Sering saya melihat putri usia sekitar lima atau enam tahun masih manja digendong ayahnya. Mereka menangis seperti putri saya jika ada keinginan, mereka ikut ayahnya ke mesjid dan saat ayahnya berdoa, kepala ayahnya ditutup mukena mungil mereka. Ayahnya tidak marah, setelah ayahnya berdoa mencium putri tersebut lalu menggendongnya. 

Keluarga itu harapan, jika keluarga hancur maka redalah harapan mereka.
Apakah suami akan semangat bekerja jika istrinya selalu sibuk dengan ponselnya? Ketus jika diajak bicara?
Apakah istri akan semangat senam jika ternyata suaminya kangen berat pada istri orang? :v

Jika nanti memiliki rumah sendiri, ingin saya mendekorasi dinding kamar putri saya dengan wallpaper biru corak bunga es “frozen”. Ada anak ada harapan.
Jika tidak ada anak, “ah ngapain beli sepeda mahal-mahal, toh anak dan istri udah ngga ada”, tidak ada keluarga ya tidak ada harapan. Betul kan?
Setiap ujian pasti ada jawaban, jika sekarang diuji kehilangan istri mungkin suatu saat diizinkan menikah yang kedua kali, betul kan?  :v

jihad

Samar-samar saya ingat memasang piringan hitam pada pemutar bermerek “grundig” yang sebesar bufet tv di tahun 80an. Saat smp/smu tahun 90an saya harus menabung untuk membeli kaset “bon jovi”, kadang membajaknya dengan menggunakan double tape. Sekitar tahun 1995 kadang begadang untuk menonton “alternative nation” di “anteve”. Sekarang sudah ada tv kabel, internet, ponsel  jadi  tontonan semacam itu sudah mudah dan tidak unik lagi.

Sebuah motor/mobil bisa terbeli dari hasil rekaman lagu, ujar tetangga saya yang gitaris sejak tahun 70an.
Sebuah rumah bisa dibangun dari hasil menerbitkan sebuah buku di tahun 70an, sekarang?
Suara drum yang bagus itu berawal dari drum yang bagus, posisi dan mike yang benar juga cara memukul yang benar tapi sekarang? Tinggal membuat skema “midi” di program pc misal lalu pilih ratusan jenis suara drum tanpa perlu sekalipun memukul drum.

Hasil rekaman atau cetakan dibajak dalam sekejap dalam bentuk digital dan jika bosan dengan mudah di “delete” dari pc atau ponsel.  Butuh biaya besar untuk merekam sebuah lagu/musik dsb, memerlukan pita yang mahal jadi seorang musisi/penyanyi/seniman perlu berlatih dulu sebelum rekaman, berbeda dengan sekarang merekam bisa dirumah bernyanyi empat baris “pause” tarik nafas lanjut “record” lagi ambil terbagus lalu unggah di youtube misal, mudah terkenal tapi mudah juga dilupakan karna ada jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia memiliki skill yang sama.

Hampir semua manusia mengenal “bethoven” kenapa? Karna sesuatu yang dibuat tidak dengan asal-asalan pastilah akan gemilang.
Hampir semua orang mengenal pyramid, candi borobudur, lukisan monalisa dan karya-karya fenomenal lainnya, sementara karya masa kini mana yang fenomenal? “windows” bill gates mungkin.

Dalam dunia fotografi pun sama, pada era manual dulu perlu  biaya untuk mencuci, memilah, mencetak foto lalu orang tua kita memajangnya, menyimpannya dalam album dan awet belasan tahun. Kita bisa tahu waktu perayaan usia balita ulang tahun dulu.

Untuk membuat secangkir kopi di tahun 80/90an dimana kompor gas masih jarang, perlu sebatang korek api, kompor minyak tanah dan sebuah panci tapi sekarang hanya perlu dispenser, bahkan anak seusia sd sekarang belum mengerti bagaimana ada air panas dikamar mandi, semua tinggal pasang baik pemanas air bertenaga matahari, gas dsb.

Dalam dunia otomotif juga banyak contoh, mobil eropa/amerika tahun 80/90an plat bodynya 08mm berbeda dengan mobil sekarang yang plat bodynya 0,9mm, tujuannya agar ringan dan ekonomis. Memang mobil sekarang dari segi performa lebih gesit dan irit. Jika anda memiliki sedan tahun 70an seharga rp 50juta lalu dicuri, pastilah akan merasa kehilangan karna sulit lagi mencari pengantinya, berbeda jika anda kehilangan sedan keluaran tahun 2000an walaupun lebih mahal tapi masih banyak penggantinya.

Setiap generasi memiliki keunikan plus minus tapi yang saya rasakan generasi sekarang itu terburu-buru baik secara fisik maupun psikis, saat di jalan raya sepertinya rugi besar jika berhenti sebentar lalu mempersilahkan orang/kendaraan menyebrang.

Karna stress dijalan maka hidup rendah adab, jalan toll dijadikan ajang balap misalnya, ini contok fisik yang jelas kentara sementara contoh psikis yaitu rendahnya tingkat rasa sabar dalam berusaha, berwiraswasta misal kurang tekun sabar meniti setahap-demi setahap.

Anak-anak muda yang sukses mendirikan perusahaan baju, tas, kuliner banyak juga tapi lebih banyak lagi yang asal-asalan dalam hidup, mengunakan waktu seenaknya, membelanjakan uang penuh nafsu padahal barang yang dia beli tidak mengubah/memperbaiki hidupnya.

Semua kembali pada bagaimana kita menghargai hidup ini, jika musisi klasik dahulu menciptakan lagu melegenda mendunia karna bersungguh-sungguh dan karyanyapun tidak sembarangan orang mampu mainkan. Jika orang-orang abad 17/18 mendekorasi bangunan begitu megah dan unik sehingga menjadi impian tujuan wisata jutaan orang. Jika nenek moyang kita meracik “rendang” dengan begitu teliti sehingga makanan ini terkenal ke luar negeri?, 

Semua terjadi karna kita sungguh-sungguh dan menghargai hidup ini

akhir zaman

Katanya kami hidup di ujung jaman, cirinya kami berbeda-beda dan merasa paling benar. Jangankan dengan atheis, seagamapun bisa saling fitnah.
 “benar salah itu harus versi Tuhan”
“benar salah itu bisa versi manusia”.
“harus patuh pada pemimpin selama tidak mengajak kerusakan”
“tidak wajib patuh pada hukum buatan manusia”.

Korbannya adalah orang awam, remaja dan cucu-cucu kami. Mereka tidak tahu pelajaran, hiburan, berita  itu bermanfaat atau tidak. Rakyat pintar bisa saja dibodohi apalagi rakyat sedikit pintar.
Pemuka agama berfatwa dibenci, seniman nyeleneh disukai, pemuka agama dipenjara tidak peduli.
Mengaku budayawan tapi merendahkan martabat
Mengaku cendikiawan tapi memusnahkan peradaban

Ilusi demokrasi....
Kami  memilih pemimpin yang  terlihat baik tapi apakah kawan-kawannya baik?
Kami memilih pemimpin yang terkesan jagoan tapi bisa saja banyak penjahat yang berlindung padanya.

Katanya Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling mengenal tapi seringnya perbedaan malah memisahkan.

Waspadalah  oleh tren yang terjadi dan prestasi-prestasi kecil dari dusta besar.
Pembunuh berjanggut adalah virus harus diberangus mati disebar dimedia.
Menjual kekayaan alam dengan licik, membiarkan rakyat hidup seadanya, bukankah pembunuh bangsa?

Muslim percaya, Tuhan itu Allah swt. KuasaNya mampu mengubah nol menjadi satu, kosong menjadi isi, ghaib menjadi rupa tanpa terikat hukum alam, waktu atau unsur apapun hanya dengan “kunfayakun” jadilah....karnanya semua ini ada Hakimnya, tak ada satu atompun yang tak diketahuiNya.

Muslim itu tidak akan bermain-main dengan amanah dan ancaman Allah swt.
Muslim itu tidak akan menukarkan akidah dengan alasan devisa, kearifan lokal. Apalah artinya disebut arif skala lokal tapi porno, vulgar, mubazir, hina secara semesta.
Muslim itu siap ditinggalkan, dikucilkan, toleran bukan kebablasan, memegang kebenaran bahkan dengan geraham apapun resikonya.
Muslim itu tidak menertawakan kebodohan atau tertawa bersama orang bodoh apalagi tertawa karna berhasil membodohi bangsanya.
Muslim itu mengejar ilmu agar bisa menentukan mana manfaat mana mudharat.
Muslim tahu pasti mana harta fana mana siksa selamanya.

Apakah iman kami kuat sehingga kami diberi ujian fitnah ini?
Apakah dosa kami begitu berat sehingga pantas menikmati huru-hara akhir jaman?

double personallity

Sometimes i dream what if  when i wake up in the morning, suddenlly i become a woman? Woman’s body with men’s feeling, sound’s odds right?

I’ve ask my work partner about this then i asked her “how if you become a men in the morning just after woke up with women’s feeling?”
She replied “maybe i will be real men”, then i ask second question “will you interested with women if your feeling still women’s feel?”, she replied “of course i will”.


I didn’t get what i want that time coz, if i became a women with men’s feel, i will feel frigid if a men touch me.
I feel sick if men ask me to date for example coz it’s impossible to falling in love with a man even my body has change to woman’s body because my mind still men.

The case will be much different if someone has really want to change their gender or has dreaming for along time to be a transgender.
She/he must have double personallities.

In my opinion, all of man has another personallity either his/her true personallity.

If men love to dance that’s means he has a little bit feminime  interest but still in normal corridor as long as he do not use charming/cute make up or want to looked girly.

If women love to figthing such as karate for example that’s means she has a masculin space in her deeply heart to protect herself as a selfdefences.


Pour some sugars on black coffee to make it delicious.

karir

karir
Karirnya berawal sebagai sales cat duco, karna penjualan meningkat beranjak menjadi supervisor. Posisi manager hadiah atas kesungguhannya bekerja, sebut saja Adi.

Salah satu pelanggan, sebut saja pak Doris, suatu waktu mengundang Adi berkunjung kerumahnya, disana Adi diakrabkan dengan putrnya yang sering belanja cat ke toko Adi bekerja.

Putri pak Doris kita sebut saja Rani, gadis cantik pemalu mahir memasak, saat Rani sakit pak Doris menyuruh Adi untuk mengantarkannya ke dokter.

Pak Doris : “anak saya cantik ya, suka kan?”
Adi : “wah, saya mah tanah dan bapa langit, saya ngga punya apa-apa”
Pak Doris : “jangan begitu, semua manusia sama derajatnya, harta hanya titipan”

Lajang mana sih yang bisa menolak tapi pak Doris itu orang terpandang karna ilmu agamanya dan tanahnya hektaran di tepian jalan tol juga tersebar di tempat-tempat lain.

Karna pak Doris merasa sreg dengan Adi dan sudah kenal lama sejak Adi masih menjadi sales hingga manager, akhirnya pak Doris menganjurkan Adi menikah dengan Rani.
Tahun 2006 Adi meminang Rani dengan 117 gram emas sebagai mas kawin dan pihak pengantin putri merogoh kocek rp 35 juta.

Adi berhenti bekerja dan merantau ke kota K untuk membuka toko cat, modal awal rp 150 juta pinjaman dari pak Doris dan tak lama kemudian modal itu berhasil dikembalikan. Toko itu masih mengontrak namun mereka sudah mampu membangun rumah seluas 500m2 dan mencicil dua “honda jazz”, dua motor “ninja” dan sebuah motor matic.

Mereka dikaruniai tiga buah hati, awalnya kadang-kadang Rani pulang ke kota T untuk menemui orangtuanya dan menginap disana. Lama-lama Rani semakin sering dan akhirnya anak-anak sekolah di kota T. Sudah dua tahun Adi dan Rani pisah ranjang tapi hal itu dianggap biasa oleh Pak Doris, sebagai ahli agama harusnya Pak Doris tahu kewajiban istri terhadap suami.

Suatu waktu orang tua Adi di rawat di rumah sakit di kota Y, Rani besuk dengan temannya Adi yang sebenarnya dilarang oleh Adi karna teman itu mata keranjang. Rani dan teman prianya hanya besuk selama  3 menit tanpa memberikan amplop sama sekali. Adi naik pitam, “jazz” Rani digoyang-goyang hingga hampir terguling.


Rani seringkali bicara “silahkan ayah cari lagi istri yang betah tinggal sama ayah” lalu Adi menjawab “hati-hati mama bicara... ntar diaminkan malaikat”.

Ada seorang janda yang pernah mengecat bagian mobilnya pada toko Adi, mereka akrab dan awalnya Adi jalan atau makan bareng hanya untuk mengetes apakah Rani akan cemburu?
Ternyata Rani melayangkan surat gugatan cerai, jadi sepertinya Rani sengaja mencari celah untuk berpisah dengan Adi.

Tahun 2010 saya bereksperimen mengecat sendiri corolla 75 saya dengan berbelanja di toko Adi, tahun 2015 saya perlu lagi membeli cat tapi toko itu selalu tutup.

Akhirnya saya mendatangi sebuah toko cat baru yang dagangannya masih sedikit, ternyata saat saya sahut, Adi yang keluar dari pintu dengan berpeci, dari situlah kisahnya mengalir.

Tujuh juta rupiah/bulan uang belanja yang Rani dapatkan dari Adi, bersih diluar cicilan atau kontrakan. “Wah istri cantik, punya toko, bisa nyicil jazz, sedangkan saya? upah tergerus kontrakan, mobil bermasalah, kusam, tanpa ac, sepertinya bumi ini sulit dimengerti”...kadang seperti itu saya berpikir.

“Setiap insan dapat satu peranan....” kata pakde Ahmad Albar

Setelah bercerai kadang Rani mengintai di depan toko Adi yang baru, 15 sms lebih Adi dapatkan/hari dari Rani tapi tidak Adi balas.

“nggak kangen gitu sama anak-anak?” saya bertanya...tak ada jawaban, hanya ada pemandangan seorang pria cukup kekar berkalung rantai metal dengan mata berkaca-kaca lalu tetesan berjatuhan dari kedua ujung matanya.
“saya ke rumahnya juga pintunya ngga dibuka” akhirnya Adi menjawab


Semua harta seperti mobil, isi toko, perkakas diserahkan pada Rani, Adi berucap “saya bekerja karna Allah dan untuk keluarga, ambil semua harta ini, saya hanya perlu sebuah sepeda motor”, akhirnya Adi diberi sebuah “ninja” dan uang tunai beberapa ratus ribu rupiah, bpkb itu dilempar oleh Rani tapi Adi tidak terpancing emosi.

Hasil penjualan “ninja” digunakan untuk mengontrak toko baru dengan tarif sewa 15jt/bulan, sisanya membeli cat alakadarnya belum ada kompresor, etalase dan rak. Adi hanya memohon sehabis salat “Ya Allah saya tidak takut ditinggalkan kawan atau harta, saya hanya memilikiMu”.

Kabar tersiar Adi main wanita hingga usahanya bangkrut hingga pemasok-pemasok cat enggan bekerja sama lagi. Ibu pemilik kontrakan meminjamkan dua etalase, kawannya memberikan dua buah kompresor dan kawan lainnya membuatkan dua rak dari besi gratis.

Saat saya mendengar Adi bercerita turunlah dua bocah dari sedan mungil, memberi Adi makan siang, ternyata Adi menikahi janda yang dia ceritakan itu. Sang Pengganti tersenyum segar, dark eyeliner, wajah bening..foto janda itu kini di meja kerja Adi dan satu foto gadis mungil berseragam taman kanak-kanak...putri Adi dari istri pertama.

Kawan saya ada yang pekerjaannya sales panci, sales tembakau yang memasok warung-warung kecil di kampung-kampung. Ada juga sales plastik membawa orderan empat karung plastik dengan sepeda motornya menempuk jarak puluhan kilometer.

Sebagian orang bertahan bekerja walau jenuh cape tapi harus dilakukan semua demi keluarga. Bukan satu kali saya melihat sales bermotor jatuh dari sepeda motor. Jika anda sekarang sedang dekat dengan istri orang ^_^ coba deh jangan sampai terlanjur memes eh sayang, selain akan mengacaukan pernikahan anda juga menghancurkan perasaan suaminya.

Ada istilah bekas istri
Tidak ada istilah bekas anak.
Anak kandung....darah daging berunsur DNA sama, karnanya rindu bagai mengalir dalam darah, orangtua angkatpun tidak berhak menikahkan putrinya dalam ajaran islam.

Mungkin istri baru anda sekarang lebih muda..lebih cantik, lebih kaya tapi...
Anda tentu tak lupa berkeringatnya hidung istri anda dulu karna motuba anda tanpa ac, anda tak akan lupa riangnya buah hati anda walau makan di kaki lima...taman gratisan
Kebahagian itu tanpa syarat... kadang gengsilah yang membatasi


Jika anda membaca tulisan ini bersebelahan....peganglah tangan istri anda
Jika anda bisa memandang buah hati anda kapan saja...bersyukurlah
Yang bersebelahan sesama cowo? Jangan terpikir mencoba birahi ganjil kecuali anda berniat melegalkannya di Belanda xixixi

Dua buah hati saya berputar-putar dengan sepedanya di dalam rumah, saya nikmati saja, bagi ibunya itu mengotori lantai....bagi saya itu mewarnai hati..karna banyak orang
sudah bercerai hanya bisa merindu tanpa mampu bertemu.

Anda tak akan tahu sunyinya sepi sebelum mengalami kehilangan.


Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design