monolog blog

LGBT

Kalo ortu saya atheis, kemungkinan besar saya tidak akan tahu lgbt itu salah atau dosa, paling saya akan membela diri “yang penting saya tidak merugikan orang lain, ingin hidup damai dengan pasangan saya, ingin mengadopsi anak dan tidak memaksakan anak saya untuk menjadi lgbt”.

Sayapun akan heran kenapa orang-orang yang katanya beragama tapi hobi menghujat, lgbt harus dibakar, hina, sampah bahkan ada yang membandingkannya dengan binatang, apakah agamanya mengajarkan membakar orang?

Masih ingat anda dulu demam “break dance” di tahun 80an? Apakah dulu anda tahu hukumnya mengidolakan, meniru-niru suatu kaum?
Masih ingat anda sekolah/kuliah berpenampilan ala kurt cobain vocalis nirvana yang cuek dan gemar teriak di tahun 90an? Apakah anda dulu tahu hukumnya, menggugat, mengeluh, tidak bersyukur?

Di china gadis mungil usia tujuh tahun dikirim orangtuanya ke pusat pelatihan bela diri, para gadis unyu itu terbiasa push up, sit up dan mahir sekali bermain tongkat, melompat, menendang.

Lapangan pelatihan seluas 560.000m2 itu asri dan bersih, mereka menghormati alam dan menjaga kebersihan kalo di kita ayah sudah beranak saja dengan cueknya merokok di dalam klinik lalu puntungnya dibuang dilantai. Apakah kewajiban wudhu itu hanya untuk salat saja dan tidak peduli kebersihan sekitar?

Gadis itu diwawancara “apakah kamu suka menangis kangen pada ortumu?”
Gadis itu menjawab “saya tidak mau menangis saat menelpon mereka, saya tidak mau mencemaskan orang tua saya”

Mereka tidak hanya diajarkan beladiri saja tapi budaya dan patriotisme, berbeda dengan kita gemar sekali memfitnah para pemimpin kita sendiri, antar suporter olahraga saja ribut.

Lgbt itu harusnya dibimbing seperti itu agar mereka tahu cara bersikap, beragama dan bernegara.
Manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal bukan menghina

integritas

Buat anda yang pernah kerja di jepang, korea dsb mungkin cerita ini tidak asing, setidaknya saya menyampaikan dengan gaya berbeda.
Suatu siang saya bicara dengan pemilik toko roti langganan saya.


Saya : “om dari jepang ya? Udah jadi warga negara sini?”
Pemilik toko : ”ya sudah, sejak 2014 saya buka usaha”
Saya : “om, jepang kan negara teratur, bersih, koq milih tinggal disini?”
Pemilik toko : “ya disini peluang usaha masih banyak”
Saya : “om, anak muda jepang sekarang disiplinnya masih kaya dulu ngga? Kl saya liat dari drama-dramanya kan banyak ngajarin hepi-hepi aja dsb”

Pemilik toko : “ya bergeser tapi kl dunia kerja ya masih disiplin, dulu saya kerja di hotel bintang lima, kl ada yang salah kami dipukul sama senior-senior, itu pelajaran biar kita ingat terus dan ngga akan ngulang kesalahan, kl disini kan terlalu memaafkan, salah dimaafkan, pake barang perusahaan dimaafkan, kita itu kerja bukan absen datang pulang tapi apa yang kita dapat, dedikasi dsb, celana ini (dia menunjukan celana pdl belel) sejak smu saya pake, saya harus disiplin tahu prioritas”,

Saya jadi teringat nabi yang pakaiannya hanya tiga kalo ngga salah. Toko roti itu setiap hari memasang  lowongan kerja syaratnya hanya satu “mau belajar”, omongan pemilik toko itu sama persis dengan pembicaraan saya dengan jubir pada seminar yang seorang dokter, saya menanyakan tentang arti value waktu itu.

Suatu waktu motor kantor mogok, saya minta tolong teman tolong belikan busi lalu teman menjawab “malam gini mana ada toko buka”, akhirnya saya beli busi dengan sepeda walaupun hujan dan teman masih asik dengan ponselnya.

Orang seringkali mencari beragam alasan untuk memelihara kemalasannya padahal bos minta disiplin ya untuk kemajuan karyawan juga, bos minta jujur yaa pahala jujurnya buat karyawan juga. Bos mengkritik lalu karyawan sakit hati menggunjing dsb.

Karyawan jujur, berusaha mengisi kegiatan positif diwaktu luang kerjanya, bersih-bersih misal walaupun tidak dihargai dengan pujian dan uang tetap saja lakukan toh pada akhirnya uang bukan ukurannya tapi usia kita digunakan untuk apa.

Selama pr-pr seperti ini dibiarkan….jangan ngarep deh islam bangkit.

gene band

Gerimis itu bikin ngelamun…
tiba-tiba saya ingat band uk tahun 90an “gene” namanya, vokalisnya martin rossiter dulu cool dengan flanelnya bawain “london can u wait” tapi sekarang kaget dah keriput padahal kelahiran tahun 70an kata wikipedia sih ^_^.

Di inggris sana ada seorang gadis berusia 20an perutnya seperti ibu hamil, bunting penuh cairan karna kebiasaan minum bir dan makan junkfood. Ada juga pemuda usia 20an kulit perutnya sudah keriput karna pola makan kacau. Jika saya dilahirkan di belahan barat sana mungkin pola hidup saya akan seperti itu, softdrink itu bir, makan itu junkfood, alkohol, obat tidur dsb, sukur-sukur kalo saya jadi atlit bola ^_^.

Walau kita masih muda, baiknya sedini mungkin jaga pola makan, misal kalo doyan kopi maksimal segelas sehari dengan rendah gula, makanan berkuah santan dikurangi. Kalo boleh pamer saya satu-satunya di kantor yang camilannya kurma atau roti gandum sementara yang lain hampir setiap hari makan gorengan (maaf ya kpd penjual gorengan ^_^). Ada pedagang yang curhat ke saya, obat diabetes yang paling bagus apa? Ternyata dia sudah tidak bisa “on” sehingga istrinya mengabaikannya. Kesehatan berujung fatal kan?.

Kalo lagi ada duit saya beli uc 1000 yang botol plastik, hampir tidak pernah saya beli minuman bersoda yang semakin murah harganya, minuman sari buah yang sehat pasti dibuat dari buah asli dan harganya pasti semakin naik.

Naik gaji ditangan bos tapi kualitas hidup ada ditangan kita sendiri :p, yang penghasilannya spektakuler tapi ngga bisa merawat lambung masih banyak. Sudah banyak saat ini penemuan pentingnya bangun subuh, manfaat makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, waktu yang baik untuk olahraga dsb, tinggal kitanya mau ngga melakoni?

Tinggal gugel jika ingin tahu kenapa lemak menyumbat pembuluh darah dan efeknya ke jantung ,apa efek soda bagi tubuh dsb. Anda pasti hapal gejala terserang virus flu? Badan meriang, tenggorokan sakit, kalo saya cukup minum vitamin c dosis tinggi dan paracetamol lalu istirahat maka sakitnya tidak jadi, lain cerita orang yang sudah berumur 60 tahun dia bilang begini “ya seumur kamu riz cukup ditanggani kaya gitu sementara semakin uzur imun tubuh itu berkurang”.


Sehat badan itu tidak sulit, yang sulit itu sehat hati dimana kita selalu berbaik sangka pada Sang Pencipta.

just my opinion

Coba googling “shalat sesuai nabi”, banyak sekali situs  yang menerangkan praktek hingga dalilnya. salah satu cirinya misalnya “bismilah” itu diucap secara samar saat membaca surat al fatihah. Jika jamaah masih banyak yang belum tahu maka imam boleh membaca bismilah dikeraskan seperti yang umumnya kita ketahui selama ini.

Menurut saya Islam itu fleksibel jika kita berniat berbuat baik tapi malah menimbulkan kegelisahan khalayak ramai maka perbuatan itu boleh ditunda atau dicari cara lain. Saya pernah tinggal di suatu daerah dimana ada masjid baru disitu. Semua sunnah-sunnah ibadah dilaksanakan di masjid itu namun karna masyarakat masih awan maka timbulah fitnah seperti ucapan “wah, jangan solat di masjid itu, dia ngga pake bismilah”.

Kemarin-kemarin media memberitakan seorang penyanyi menggunakan busana dimana tertera huruf-huruf arab. Sayangnya orang yang terlihat cendikiawanpun malah menuduh penyanyi itu menistakan agama.

Bisa saja dalam kemasan pakan kucing ada huruf-huruf arab, bahkan di bungkus kondom pun mungkin ada tulisan arabnya. Karna beragamnya emosi di indonesia maka dari itu sebaiknya penyanyi tersebut tidak menggunakan atribut-atribut tulisan arab.
Jikapun dibawa ke ranah hukum, apa salahnya seseorang membubuhkan tulisan arab yang bukan ayat-ayat quran di kostumnya?
Entah bagaimana benang kusut harus diurai agar bangsa ini dewasa dalam berpikir.

Banyak orang mengaku ajarannya sempurna tapi buktinya lihat setiap hari jumat, banyak sekali orang-orang berkostum alim sudah beruban bahkan mapan berangkat beribadah berpeci tanpa helm. Katanya agamanya cinta damai. Damai tapi menantang penegak hukum kan?

Apakah bersyukur itu dengan mengabaikan keselamatan? Berserah diri itu dengan hidup asal-asalan?
Situs gratisan, berbayar, terkenal belum tentu bisa dipercaya, ngakunya media agama tapi terus menjelek-jelekan seorang gubernur misalnya, mengatakan sesat padahal sebelumnya belum ada gubernur yang begitu berani menggebrak busuknya birokrasi di negeri ini.

Seringnya dalam kutbah jumatpun hanya dibahas wajibnya shalat berjamaah, berlipat pahalanya. Hingga kini belum terdengar ada khatib berbicara “kalo bisa parkirlah kendaraan anda jauh dari masjid selain menghindari kerumunan macet disekitar masjid, menghindari polusi udara juga suara, wudhulah dirumah menghindari antrian.

Ratusan kali kita salat jumat dan keadaannya begitu-begitu saja motor-motor berisik di sekitar masjid, mobil tersendat sulit parkir, antrian memanjang di tempat wudhu padahal ada hadist anjuran wudhu dirumah, ada hadist perbanyak jalan ke masjid tapi prakteknya nihil.

Ada aturan azdan itu dikeraskan/dengan pengeras suara sedangkan kutbah hanya speaker ruangan saja yang aktif, responnya? “wah ini islam liberal, konspirasi” , coba dengarkan jika dua masjid berdekatan lalu saat ceramah jumat kedua speaker luar diaktifkan, pastilah simpang siur berisik tidak jelas mana yang harus didengar.

Banyak orang semangat dirikan negara islam, kalo kata saya boro-boro mengangkat derajat islam, mengangkat dirinya agar mulia luwes bergaul dengan keragaman masyarakat saja belum bisa, emosional, tukang tuduh. Ajaran berbaik sangka nihil lagi.

Anak muda sibuk gaming, orang tua sibuk kerja, tokoh agama sibuk debat, di wall medsos ada status “coba tatap tulisan Allah selama 9 detik tanpa mengedipkan mata lalu alihkan pandangan ke tembok, apa yang terjadi?”, banyak sekali komen “subhanallah” padahal semua objek jika ditatap dengan lama ya pasti berbekas di mata. Hal-hal dungu seperti ini bahan tertawaan, memalukan ilmuwan-ilmuwan  muslim  terdahulu yang sering dibangga-banggakan.

Ada ikan corak warnanya mirip susunan huruf arab laku jutaan rupiah, ada awan berbentuk mirip tulisan arab heboh, batu akik bercorak arab heboh, kabah terlihat jelas dari langit heboh, ya iyalah banyak lampu, jika awan seperti hello kitty heboh kagak?

Bumi ini terhampar orang-orang cerdas, orang-orang yang memiliki akidah kuat, keyakinan kokoh bukan karna dihasut, orang-orang yang mampu membaca keajaiban alam dengan ilmiah bukan mengira-ngira jadi berhati-hatilah dalam sharing sesuatu di media sosial. Kebenaran mudah di dapat dan kebodohan menelanjangi dirimu sendiri, mendunia lagi.

Orang berjanggut, berdoa mengangkat tangan, pria bercelana diatas mata kaki, itu semua ada dalilnya.
ada komen “berjanggut tapi ngga tau ilmu tajwid”
Jadi harusnya gimana bro? jangan berjanggut kalo belum bisa ngaji?

Semua sunnah itu ada dalilnya, ada perintah berarti ada maksud.
Memang benar yang dibahas itu jangan hanya menjelek-jelekan perbedaan, membidah-bidahkan kelompok tapi coba bagaimana ekonomi islam kuat, islam mandiri. Saya setuju anjuran itu tapi anjuran sunnah dalam berpakain dan beribadah pun tak kalah penting. Apakah anda mau jika membeli mobil baru asal jalan saja? Sementara joknya keras, panel-panel dashboard mudah patah dan kusam? Anda pasti ingin mobil yang sempurna karna itu dibeli dengan susah payah tapi mengapa kita salat begitu-begitu saja?

Jika pemuka mengatakan riba itu haram, kredit itu tidak sah karna ada dua perjanjian lantas apa solusinya? Adakah jutawan-jutawan muslim memberi solusi? Mendirikan koperasi, Memberi kredit tanpa bunga? Jika tidak ada solusi ya tidak mungkin bisa diamalkan jamaahnya, wong hidup ngga ada alternatif lain kan?
Saya perlu motor buat jualan cuman punya sejuta buat dp, kl disebut haram trus harus gimana, ngga jadi sales, ngga usah jualan, istri mo dikasih makan apa?

Istilah-istilah terlihat keren kebanyakan malah dari negeri-negeri non muslim, go green, back to nature, safe our planet dsb padahal islam sudah menuntun hal-hal tersebut. Silahkan anda gugel apakah dibenarkan dalam islam mengurung hewan dan membiarkannya kelaparan? Bolehkah menyiksa hewan? Menyembelih dengan pisau tumpul? Apakah kekayaan alam boleh diolah oleh pribadi? Apakah nyamuk diciptakan tanpa tujuan?

Biasakan cermat dalam menyikapi sesuatu.
Mulailah dengan hal sepele namun penting seperti menggunakan kantong plastik bekas.
Hindari tergesa-gesa, memberi jalan bagi penyebrang.
Hindari pemborosan bbm walaupun kita mampu membelinya.

Selalu berdoa mendapatkan cahaya Allah swt, diberi kecerdasan dalam mengelola bumi, mensyukuri alam semesta ini.


cerpen kosan ......

Awal 2004 saya mencari kosan

Rumah itu cukup luas dan bersih ada 8 kamar memanjang ke belakang. Saat itu ada beberapa mahasiswa ramah. Setelah menghubungi  pemiliknya ternyata murah, saya putuskan untuk mengontrak.
Ternyata yang isi hanya tiga kamar, selebihnya kosong dan mahasiswa itu pulang setiap jumat, jadi malam sabtu,minggu dan senin saya sendiri, baguuuss. Kosan itu tidak laku karnanya sewanya murah, warga sekitar cukup tegas menindak siapa saja yang ketahuan berduaan apalagi menginap.

Kamar saya dibelakang dan didalamnya ada tangga keatas, loteng seluas 3 x 8 meter yang sudah bertahun-tahun tak diisi, ada ranjang panjang tua berdebu dan lemari. Saya ajak kawan saya untuk menemani tidur tak ada yang mau, akhirnya saya tidur saat rumah kontrakan itu sepi dengan pintu terbuka jadi bila ada “sesuatu” yang turun dari tangga saya bisa langsung lari hehe. Wajarlah agak takut kan dulu saya masih unyu-unyu ^_^.
Dua kamar diisi mahasiswa, satu kamar mahasiswi….yang terakhir sering kesurupan. Gejalanya tiba-tiba menangis sendirian di kamar.

Mata jelalatan atau tertawa itu sih sudah biasa, yang melelahkan bila diam-diam melarikan diri tengah malam dan selalu bilang “pengen ke ruang piano”, di kampusnya yang seluas rw nan rindang dan banyak bengunan belanda itu ada sebuah ruang khusus untuk paduan suara dan sebuah piano. Jika sudah seperti itu maka harus begadang mengunci pintu pagar dan mengawasi dia jangan keluar kamar. Pernah dia marah-marah karna dijaga terus, teman saya berkata “sia ti mana ku urang dilayanan/lo  dari mana gua layanin?” lalu dia menjawab “hayu urang panggih di kamar sabeulah/ayo kita ketemu di kamar sebelah!”, kamar sebelah itu berisi dua kamar ada dapur dan kamar mandi gelap sudah lama tidak laku…hehe ga ada yang berani deh masuk situ.

Tapi mahasiswi itu cukup manis koq,bening, sintal, saya akrab dengannya tapi ngeri juga yaa sahabatan ma orang rada error hehehe. Kadang siang haripun kesurupan, kami tunggu berjam-jam tidak sadar juga, akhirnya kami memanggil sesepuh di rt kami, orangnya sudah tua berambut putih, kurus tapi disegani.

Saya disuruh cari daun singkong pucuknya, harus banyak, lalu daun itu ditumbuk dan dibalurkan keseluruh tubuhnya, ada saksi ditemani seorang wanita dalam kamar, tapi teman saya yang kesurupan itu bilang “ih amit-amit ga mau diobatin kaya gitu lagi” ^_^. Dan benar saja tak ampuh koq, buktinya kesurupan lagi berulang-ulang. Entah rumah kontrakan itu banyak ruang tak terpakai seperti ada tempat wudhu di samping belakang yang gelap, kawan saya sering melihat seperti ibu-ibu masuk dan menghilang ke tempat itu.
Akhirnya para mahasiswa itu lulus dan pindah….saya? sendirian pasrah.

Seorang gadis melihat-lihat, tidak tinggi, tidak putih, tidak feminim. Dia customer sevice di salah satu operator seluler nomor dua lah di negeri ini.
bersambung
Dia kini tinggal di kamar sebelah, hanya dua kamar rumah sebesar ini terisi…. aku dan dia.

Suatu waktu saya mengenalkan diri….”rizki”……”ani (nama samaran)” tanpa salaman hanya meneropong dingin di balik pintu terbuka sekitar 10 cm.
Awalnya hanya bicara seperlunya, tapi karna sering bertemu akhirnya akrab juga apalagi kita pernah belajar di satu kota yang sama.

Saya tak pernah ingin terlihat hebat dimatanya atau siapapun, karna saya karyawan biasa dari suatu perusahaan kecil atau disebut ukm, dan dia? Kantor cabangnya terlihat eksklusif dengan balutan furnitur modern minimalis dan kawan-kawannya?, rok biru diatas lutut setelan blazer hiasan kuning kontras sekali dengan betis-betis putih nan bersih. Rebonding highlighting mahkota-mahkota itu berkilau garda depan bak pagar ayu. Malu rasanya ke kantor cabang dengan 3315 isi pulsa rp. 10.000.
Sore hari kadang kita jongging bareng di danau buatan kota kami, selepasnya makan soto sembari menelusuri trotoar kota nan rindang.

Malam minggu? Karna sama-sama jomblo hehe, nyuci baju, ngorol sana-sini becanda dsb.
Rumah kos kami beratap beton seluas 4 x 10 m, sepertinya akan dibangun kamar, diatas itu kami sering bicara hingga larut malam sembari menatap bintang atau melepas beban kerja siang. Saya seperti menemukan teman sehati diantara beban rutinitas kerja yang selalu menuntut kita untuk dewasa sempurna tanpa cela.  Kebiasaannya saat pulang kantor itu selalu memanggil dengan nada keras “a riskiiiiii” lucu kaya punya ponakan. Dan sayapun bisa tertawa lepas bila bersamanya saat perut saya dikelitik hhhh.

Waktu itu minyak tanah rp 2500/liter, saya sering masak, kwetiaw, spageti dan makan-makan bareng. Suatu waktu saya makan diatas tempat tidur dan dia duduk di lantai….”nawarin donk makan sendirian aja dan hup dia loncat duduk ke kasur…..(apa reaksi singa?


Entah saya polos atau mengangap dia tomboy atau dia menganggap saya cewe hehehe? Tak ada risi atau takut sama sekali, pernah dia dari kamar mandi dengan celana pendek seperti celana volley, dan saya tanya “beli dimana celana kaya gitu”, “a riski suka yaa/pengen punya maksudnya. Karna saya bocah manis yang jauh dari nafsu hewani hehe saya hanya senyum.

Kami punya banyak kesamaan, dia suka “five for fighting”,selera baju sama, simpel sporty dan dalam perantauan kesepian ^_^.
Ada teman kantornya ngebet banget ngejar dia, yang untung saya kadang kebagian makanan hehe, tapi setelah itu teman itu pindah ke kosan kami, sejak itulah saya aloneeee. Setiap sabtu saya pulang kampung, waktu itu lagi tsunami aceh, begadang aja dah ma temen-temen rumah dengan “sonar” (software buat lagu).

Tak lama kemudian saya bertemu dengan wanita dan tak berapa lama pula kami menikah.
Ani   bertanya “ a kenapa bisa yakin nikah dengan orang yang belum begitu dikenal” saya jawab “saya sering ke bandung pake motor dan sering pula liat kecelakaan motor, ada yang mayatnya ditutup koran, atau kakinya patah dsb…. nah gimana kalo kita dapet musibah seperti itu, mending meninggal pas keadaan pacaran atau menikah?”
Dia pindah tugas ke luar kota sekitar 40km dari kota saya…lost kontak…
Putra pertama saya lahir, entah siapa yang memulai dan dia akan datang, dia datang sendiri dengan bis antar kota dengan sekotak hadiah, datang siang dan terus menunggu hingga saya sore hari pulang kerja.
Dia pulang sore saat hujan lebat tak diantar, tega nian yaa, ya habis gimana lagi, saat salat ashar saya berdoa “terima kasih ya Allah, bahagia ternyata diperhatikan sahabat itu”.

Pernah dia sms “ a, bisa pinjem motor? Ani ada panggilan”, perusahaannya besar cukup bergensi dan dia melamar lewat internet, lokasinya di pedesaan……pengeeeen sekali menolong bahkan saya siap cuti untuk menunggunya tapi…..i’m husband and just already have a baby.

Singkatnya dia diterima dan gajinya cukup besar, saya ikut senang mudah-mudahan betah…..tapi setelah beberapa lama dia keluar, katanya sih bos-bos besarnya agak gimana gitu ngajak karaoke dsb.

Kadang saya berkunjung ke kotanya dengan anak istri dengan accord 80, kita ketemuan di mall, makan-makan tanpa banyak bicara walau sebenernya banyak yang ingin dibicarakan karna dia masih belum akan menikah, memang ada calon dan kamipun makan bersama sang calon itu…..
Pernah saat ramadhan dia dan calonnya ke rumah saya menghadiahi kami pizza ukuran jumbo, kami tak banyak bicara.

lost kontak setahun lebih…..
lalu dia sms “ a ani mo nikah”, saya jawab “wah selamat deh, eh ketemuan yu kita ke bandung yu sekarang?” “yu siap” sahutnya. “
“ma ke bandung yu?” Tanya saya
“ayah kalo ngomong ama dia kaya yang seneng banget bisa ketawa” matanya berkaca-kaca

Bersahabat itu asyik, tapi dalam riang ada seseorang merasa tersisihkan.

Sahabatku menikah pindah ke jawa tengah mengikuti suami
Lost kontak setahun lebih…..dan janjian ketemuan pas lebaran, seperti biasa ada halangan gagal tatap muka.
Bila bersahabat dibumbui maksiat pastilah akan memalukan kedua pihak, sepertinya romantisme sesaat itu bergelora tapi tak akan bertahan lama, bila salah satu berkhianat.

Biarlah persahabatan mengalir seadanya, dan saya yakin dia akan tersenyum bila membaca tulisan ini, bahwa kita pernah tertawa, kekanak-kanakan dan tidak memanfaatkan kesepian untuk bertindak seenaknya.

Putra : “ da ta da”
Putri  : “da ta da”
Bunda : “dza, lidahnya digigit”
Putra dan putri “hhhhhh”
Bersahabat dan diperhatikan sabahat memang indah, apalagi jika kata-kata yang kita ucapkan menyamankan dirinya, tapi jika permata yang jelas-jelas sudah aku miliki bisa berceceran…..melihat istri mengajarkan ngaji buah hati itulah keindahan sesungguhnya.

Sahabatku mudah-mudahan Allah memberimu kekuatan dan tak menguji di luar kemampuanmu. Saat ini mereka belum diberi buah hati, terakhir ada kabar dia dirawat di rumah sakit. Tolong jaga ya Allah karna tak ada saudara di rantau sana dan dia yatim piatu.

golongan selamat

Tahun 2006 ada sebuah masjid baru di depan kontrakan saya.
Satu persatu teman bertambah dan tetangga menjauh :v. di masjid itu diajarkan cara salat berjamaah, cara menafsirkan agama dsb.
Saat saya mau solat di masjid itu tetangga bilang “eh salah, jangan solat disitu”, “disitu mah solatnya ngga pake bismilah”, “di situ mah ngga tahlilan” “orang-orang itu mah ngga ngehargain para wali”.

Saya hanya diam saja, bahkan mereka pernah sembrono bilang ajaran nabi isa itu ajaran untuk anjing.
Waktu tetangga saya meninggal karna kecelakaan, saya memang tidak ikut tahlilan tapi saya berkunjung kerumahnya.

Kawan saya yang bernama cecep bilang “jangan sakit hati, memang akhirnya orang-orang yang mencintai sunnah akan terasing”.
Cecep memiliki usaha pemotongan ayam , kadang saya melihat dia menyetir mobil bak dengan rak-rak penuh ayam siap potong. Dia pernah bertanya “riz, kalo thermolyte bagus ngga ya? berat badan saya tambah terus, sesek kalo napas”.

Walau secara ekonomi cecep berkecukupan tapi dia tidak gengsi jualan cilok di pintu-pintu pabrik dengan sepeda, bahkan pernah mau jualan di sekolah islam ternama tapi ditolak karna anaknya sekolah disitu.

Hampir setiap hari kami berkumpul di masjid itu, kawan saya jadi pengurus masjid, beragam profesi kawan2 saya, karyawan kantor, pabrik, pedagang jamu herbal keliling, pedagang di sekolah dasar dsb. Suatu waktu masjid itu direhab dan kawan saya sudah tidak bertugas lagi karna berbeda pendapat dengan pemilik yayasan.

Bertahun-tahun kami jarang bertemu satu sama lain, terakhir saya bertemu sang pengurus itu, saya tanya “cecep gimana ya kabarnya?”, dia menjawab “dia mah udah meninggal karna serangan jantung”.

Katanya hanya satu golongan umat islam yang selamat itu, yang mana yaa?

setiap ujian ada hiburan

Kedua anak saya sering bersepeda di dalam rumah lalu parkir dimana saja, pinsil warna, kertas gambar berceceran dimana-mana.  Saat  mereka pergi  dalam waktu cukup lama, barulah saya termenung…sepi yaa?

Waktu putra saya selalu ingin diajak pergi saya merasa biasa-biasa saja tapi sekarang putra saya sudah asik dengan kawannya, pc, ponsel bahkan gemar catur dengan orang lain.

Sering saya melihat putri usia sekitar lima atau enam tahun masih manja digendong ayahnya. Mereka menangis seperti putri saya jika ada keinginan, mereka ikut ayahnya ke mesjid dan saat ayahnya berdoa, kepala ayahnya ditutup mukena mungil mereka. Ayahnya tidak marah, setelah ayahnya berdoa mencium putri tersebut lalu menggendongnya. 

Keluarga itu harapan, jika keluarga hancur maka redalah harapan mereka.
Apakah suami akan semangat bekerja jika istrinya selalu sibuk dengan ponselnya? Ketus jika diajak bicara?
Apakah istri akan semangat senam jika ternyata suaminya kangen berat pada istri orang? :v

Jika nanti memiliki rumah sendiri, ingin saya mendekorasi dinding kamar putri saya dengan wallpaper biru corak bunga es “frozen”. Ada anak ada harapan.
Jika tidak ada anak, “ah ngapain beli sepeda mahal-mahal, toh anak dan istri udah ngga ada”, tidak ada keluarga ya tidak ada harapan. Betul kan?
Setiap ujian pasti ada jawaban, jika sekarang diuji kehilangan istri mungkin suatu saat diizinkan menikah yang kedua kali, betul kan?  :v
Copyright © taman senja. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design